BANDAR LAMPUNG – Persoalan banjir menahun yang kerap melanda wilayah Ibu Kota Provinsi Lampung mulai menemui titik terang lewat penanganan terintegrasi. Pemerintah Kota Bandar Lampung resmi memperkuat sinergi lintas instansi bersama Pemerintah Provinsi Lampung guna merumuskan program pengendalian banjir yang terstruktur, komprehensif, dan berorientasi jangka panjang.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi (Rakor) strategis yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, dan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, di Ruang Rapat Wali Kota Bandar Lampung. Langkah ini dinilai krusial mengingat penyelesaian dampak luapan air perkotaan tidak dapat diselesaikan secara parsial atau terpisah-pisah.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengungkapkan bahwa penanganan banjir telah ditempatkan sebagai prioritas utama karena berdampak langsung pada aspek keselamatan warga, keberlanjutan pembangunan infrastruktur, hingga kondusivitas iklim investasi daerah. Sebagai wujud konkret, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar guna menyusun cetak biru (master plan) pengendalian banjir Kota Bandar Lampung.
"Anggarannya sudah disiapkan. Targetnya pada Desember 2026 master plan ini selesai disusun. Dokumen tersebut tidak hanya berisi pemetaan kawasan rawan, tetapi juga mencakup basic design (desain dasar) yang menjadi kompas utama pembangunan infrastruktur fisik pengendali air secara menyeluruh." urai Gubernur Mirza.
Guna memastikan mitigasi berjalan efektif, skema penanganan akan disisir secara berjenjang dari wilayah hulu hingga hilir. Mengingat posisi geografis kota yang menerima aliran air dari wilayah tetangga, pemerintah juga membuka koordinasi lintas daerah dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran.
Dalam jangka pendek, rakor tersebut menyepakati rencana pembangunan sejumlah embung baru dan kolam retensi di beberapa titik perekonomian strategis. Infrastruktur penampung air ini diproyeksikan mampu mereduksi debit air hujan secara signifikan sebelum masuk dan membebani saluran drainase di kawasan inti perkotaan Bandar Lampung.
Merespons dukungan masif tersebut, Wali Kota Eva Dwiana menyatakan kesiapan penuh jajaran aparatur kota untuk mengawal eksekusi lapangan. "Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan Pak Gubernur. Pemerintah Kota siap bersinergi total agar seluruh tahapan program pengendalian banjir ini dapat berjalan dengan maksimal di tingkat tapak," pungkas Eva.
Post a Comment