PESAWARAN – Gelaran Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup III Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesawaran resmi berakhir. Ajang yang menjadi kawah candradimuka bagi pesilat muda ini ditutup langsung oleh Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Pesawaran, Minggu (5/4/2026).
Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari (4–5 April) ini diikuti oleh 80 pesilat putra dan putri perwakilan dari 9 perguruan silat binaan IPSI Pesawaran.
Penjaringan Strategis Menuju Level Provinsi
Bupati Nanda Indira dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sportivitas tinggi yang ditunjukkan para atlet. Ia menegaskan bahwa kejuaraan ini merupakan langkah krusial dalam menjaring bibit unggul untuk mewakili daerah pada ajang Gubernur Cup dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Tahun 2026.
“Kejuaraan ini bukan sekadar ajang unjuk kemampuan, tetapi sarana mempererat persaudaraan antarperguruan serta menjaga eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Saya berpesan kepada para juara agar tidak cepat berpuas diri dan terus disiplin berlatih,” ujar Bupati Nanda.
Tapak Suci Dominasi Perolehan Medali
Berdasarkan hasil rekapitulasi pertandingan, Perguruan Tapak Suci keluar sebagai Juara Umum dengan raihan fantastis, yakni 10 medali emas dan 1 medali perak.
Daftar penghargaan kategori individu terbaik diraih oleh:
Pesilat Terbaik Putra: Johan Saputra (Perguruan Tapak Suci).
Pesilat Terbaik Putri: Marseli Cesa Mutia Sari (Perguruan PSHT).
Medali Perak: Diah Ayu Kurnia Ramadani (Perguruan Satria Sejati).
Medali Perunggu: Olivia (Perguruan Pencak Suci).
Komitmen Pembinaan Berkelanjutan
Wakil Bupati sekaligus Ketua IPSI Kabupaten Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, S.H., mengungkapkan bahwa konsistensi latihan adalah kunci agar pencak silat Pesawaran mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Kami berharap seluruh atlet terus berlatih secara konsisten. Ini adalah proses strategis untuk memastikan pencak silat kita semakin maju dan disegani di tingkat Provinsi Lampung,” tegas Antonius.
Acara penutupan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, anggota DPRD Pesawaran, Sekretaris Umum Pengprov IPSI Lampung, serta para tokoh persilatan setempat. Penyerahan piala dan sertifikat menjadi simbol harapan baru bagi masa depan prestasi olahraga bela diri di Bumi Andan Jejama.
Post a Comment