Tumbuhkan Semangat Nasionalisme, Anggota DPRD Bandar Lampung H. Widodo Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila

 


BANDAR LAMPUNG – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, H. Widodo, melaksanakan kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila yang dipusatkan di Kantor DPW PKS Lampung, Kedaton, Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat setempat dengan fokus utama pada penguatan nilai-nilai dasar negara.

Mengusung tema “Sejarah Awal Munculnya Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan”, acara ini bertujuan untuk menyegarkan kembali pemahaman publik mengenai akar sejarah bangsa sekaligus memperkokoh rasa cinta tanah air.

Pancasila Sebagai Pedoman Persatuan

Dalam arahannya, H. Widodo menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara yang bersifat administratif, melainkan kompas dalam membangun kerukunan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Pancasila adalah jembatan persatuan. Kita ingin mengingat kembali bagaimana sejarah lahirnya ideologi ini agar wawasan kebangsaan kita semakin kuat. Di tengah dinamika saat ini, masyarakat harus tetap memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi,” ujar H. Widodo.

Edukasi dan Diskusi Interaktif

Kegiatan ini tidak hanya bersifat pemaparan satu arah, tetapi juga membuka ruang diskusi interaktif. Para peserta tampak antusias mendalami materi sejarah awal munculnya Pancasila serta menanyakan implementasi nyata nilai-nilai tersebut dalam menghadapi persoalan sosial sehari-hari.

Menurut H. Widodo, pengamalan nilai Pancasila merupakan langkah konkret untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di tingkat akar rumput.

Benteng Menghadapi Tantangan Global

Melalui edukasi ini, diharapkan masyarakat Bandar Lampung memiliki imunitas terhadap berbagai ideologi asing atau tantangan global yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Harapan saya, pemahaman yang kuat terhadap Pancasila menjadi benteng kita bersama. Dengan persatuan, kita bisa menghadapi tantangan seberat apa pun,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab anggota legislatif dalam memberikan pembinaan mental dan ideologi kepada masyarakat, sekaligus menjadi sarana untuk menyerap aspirasi warga dalam bingkai semangat kebangsaan.

Post a Comment

Previous Post Next Post