TANGERANG – Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh pemandangan unik di tengah keriuhan konser grup K-Pop NCT WISH di Hall 5 ICE BSD, Tangerang, Sabtu (11/04/2026). Di antara ribuan penggemar muda, terselip sosok pria berkumis yang berdiri tenang mendampingi putrinya. Siapa sangka, pria yang kini dijuluki netizen sebagai "Bapak Berkumis NCT WISH" tersebut adalah Syarif Husin, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Di balik video viralnya di TikTok, tersimpan pesan mendalam tentang perjuangan seorang ayah dalam menghargai hobi anak tanpa mengesampingkan tanggung jawab profesinya sebagai abdi negara.
Makna Sebuah "Wish" Komitmen Syarif bermula sejak November 2025, saat sang putri yang berusia 15 tahun, Piak, menyampaikan keinginannya untuk menonton konser tersebut. Alih-alih menolak karena kendala jarak dan biaya, Syarif justru melihatnya sebagai momentum penting.
"Saya tersentuh dengan kata 'WISH' pada nama grup itu, yang berarti harapan. Sebagai orang tua, saya merasa kemenangan moral terbesar adalah mampu mewujudkan setiap harapan anak, bahkan yang mustahil sekalipun," ungkap Syarif.
Demi memenuhi "harapan" tersebut, Syarif memilih untuk menabung dan berjanji untuk hadir secara fisik di samping putrinya sepanjang konser berlangsung, bukan sekadar mengantar hingga pintu gerbang.
Integritas sebagai Abdi Negara Sebagai ASN di Pemkab Pesawaran, Syarif sangat menjaga garis tegas antara urusan pribadi dan etika profesi. Ia merancang perjalanan tersebut layaknya "operasi presisi" agar tidak melanggar aturan jam kerja maupun menggunakan fasilitas negara.
Ia menempuh perjalanan darat selama 7 jam dari Lampung menuju Tangerang melalui Pelabuhan Bakauheni pada Jumat malam pukul 22.00 WIB, tepat setelah jam kantor usai. Dengan biaya pribadi sepenuhnya, ia pun memastikan diri sudah kembali berada di meja kerjanya pada Senin pagi.
“Pimpinan dan rekan sejawat tahu aktivitas saya. Mereka melihatnya sebagai bentuk kreativitas dan edukasi keluarga, selama dilakukan di luar jam kerja,” tambahnya.
Pesan Edukasi bagi Orang Tua Kisah Syarif Husin menjadi pengingat bahwa kesibukan sebagai pelayan publik tidak seharusnya memutus kedekatan emosional dengan anak. Baginya, mendukung hobi positif anak adalah investasi kebahagiaan yang akan menjadi energi tambahan saat menjalankan tugas-tugas kedinasan.
Kini, sosok Syarif tidak hanya dikenal sebagai "ayah yang asyik", tetapi juga menjadi teladan bagi para orang tua dan rekan sejawat mengenai cara membangun komunikasi yang sehat dengan generasi muda di era digital.
Post a Comment