Sampaikan Belasungkawa Mendalam, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Instruksikan Penguatan Keamanan Destinasi Wisata

 


BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung, H. Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila) di kawasan wisata sungai Wira Garden. Menanggapi tragedi tersebut, Gubernur mendesak seluruh pengelola destinasi wisata untuk memperketat pengawasan dan sistem peringatan dini, Sabtu (4/4/2026).

Kedua korban, Fatmawati (23) asal Tulang Bawang Barat dan Bunga (23) asal Metro, dilaporkan hanyut terbawa arus air bah pada Rabu (1/4) dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim gabungan di perairan Pulau Pasaran pada Kamis (2/4).

Duka Mendalam Pemerintah Provinsi

Dalam pernyataan resminya, Gubernur Mirza menyampaikan empati bagi keluarga besar Unila dan keluarga korban yang ditinggalkan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhumah Fatmawati dan Bunga. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf mereka, memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Gubernur Mirza.

Instruksi Pengetatan Pengawasan Wisata

Belajar dari peristiwa nahas tersebut, Gubernur menekankan bahwa aspek keselamatan pengunjung (SOP) di lokasi wisata alam, khususnya yang bersentuhan dengan aliran sungai, harus dievaluasi total. Ia menyoroti pentingnya pengendalian titik rawan saat terjadi peningkatan debit air secara mendadak (air bah).

“Kita semua harus melakukan tindakan preventif. Saya menginstruksikan kepada dinas terkait dan para pengelola wisata untuk segera memasang sistem peringatan dini di titik-titik rawan. Jika cuaca ekstrem dan debit air meningkat, pengendalian serta pengawasan harus dilakukan secara lebih ketat dan tanpa kompromi,” tegas Mirza.

Kronologi Singkat Peristiwa

Peristiwa bermula saat kedua korban sedang berada di aliran sungai kawasan wisata Wira Garden, Batu Putuk. Arus deras yang datang tiba-tiba menyeret keduanya hingga ke arah hilir.

Setelah upaya pencarian intensif oleh tim gabungan (Basarnas, BPBD, Polairud, dan relawan), jasad korban ditemukan di dua titik berbeda di perairan Pulau Pasaran, Kecamatan Teluk Betung Timur. Salah satu jasad ditemukan tersangkut di pagar area galangan kapal, sementara jasad lainnya ditemukan mengapung di laut oleh nelayan setempat.

Pemerintah Provinsi Lampung mengimbau kepada seluruh masyarakat dan wisatawan untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca serta mematuhi arahan petugas di lokasi wisata guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama selama musim penghujan.

Post a Comment

Previous Post Next Post