BANDAR LAMPUNG – Kota Bandar Lampung resmi diproyeksikan menjadi kota percontohan nasional dalam upaya penanggulangan penyebaran penyakit Tuberkulosis (TB). Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, saat mendampingi kunjungan kerja tingkat tinggi jajaran kementerian pusat di Puskesmas Way Halim, Selasa (14/04/2026).
Kunjungan ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Akhmad Wiyagus, serta didampingi Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela.
Komitmen Pengecekan Rutin Keluarga Pasien
Wali Kota Eva Dwiana, yang akrab disapa Bunda Eva, menyatakan kesiapan jajarannya untuk menjalankan mandat sebagai kota percontohan. Fokus utama pemerintah kota saat ini adalah melakukan pengawasan ketat terhadap klaster keluarga penderita TB guna meminimalisir risiko penularan yang lebih luas.
"Kami akan terus melakukan pengecekan rutin terhadap pasien, khususnya anggota keluarga mereka. Langkah ini sangat krusial untuk meminimalisir penyebaran TB di lingkungan terkecil," ujar Bunda Eva.
Wamenkes: Putus Rantai Penularan Melalui Kontak Erat
Wamenkes RI, Benjamin Paulus Octavianus, menekankan pentingnya peran Puskesmas sebagai garda terdepan dalam layanan kesehatan tingkat pertama. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan penanganan TB sangat bergantung pada kemampuan petugas dalam melacak kontak erat pasien.
"Seseorang bisa saja terinfeksi hari ini, namun gejalanya baru muncul tahun depan. Oleh karena itu, penderita TB, keluarga, dan lingkungan sekitarnya wajib melakukan pemeriksaan paru secara menyeluruh," ungkap Benjamin.
Ia juga memastikan bahwa penderita TB dapat sembuh total dengan pengobatan medis yang tepat. Seluruh layanan pengobatan TB di Puskesmas disediakan secara gratis oleh pemerintah.
Memperkuat Pencegahan di Wilayah
Benjamin juga menyoroti fenomena "kasus berulang" di beberapa wilayah yang disebabkan oleh lemahnya upaya pencegahan dini. Menurutnya, pencegahan di setiap wilayah harus diperkuat agar jumlah kasus baru tidak terus muncul dengan angka yang sama setiap tahunnya.
"Pencegahan adalah kunci. Kita tidak ingin tahun ini mengobati 100 orang, lalu tahun depan muncul lagi 100 orang baru. Puskesmas harus lebih aktif melakukan pelacakan agar rantai penularan benar-benar terputus," tambahnya.
Kunjungan kerja ini diharapkan mampu memberikan dorongan strategis bagi tenaga kesehatan di Bandar Lampung untuk meningkatkan kualitas pelacakan dan pengobatan, sehingga visi Indonesia bebas TB dapat dimulai dari kesuksesan di tingkat daerah.
Post a Comment