JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Pangan memberikan tindakan tegas terhadap 1.789 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga 24 April 2026, ribuan dapur tersebut masih dikenai sanksi penghentian operasional sementara demi mendorong perbaikan kualitas layanan dan keamanan pangan.
Langkah ini diambil menyusul sejumlah temuan di lapangan, mulai dari insiden keracunan hingga fasilitas pengolahan makanan yang dinilai tidak higienis dan tidak memenuhi standar prosedur operasional.
Fokus Tata Kelola dan Kualitas Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan, Nani Hendiarti, menjelaskan bahwa meski jumlah SPPG yang disanksi telah menurun dari sebelumnya yang sempat menyentuh angka 3.000, pemerintah tetap tidak akan melonggarkan standar. Tahun 2026 menjadi tahun evaluasi total terhadap tata kelola program MBG.
“Kami fokus pada peningkatan kualitas melalui perbaikan tata kelola. Memang ada beberapa SPPG yang sulit diperbaiki dalam waktu singkat, sehingga perlu didiskusikan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) apakah harus mencari lokasi lain atau dilakukan evaluasi menyeluruh,” ujar Nani, Minggu (26/4/2026).
Peluncuran National Command Center Mei Mendatang Sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat pengawasan, pemerintah tengah menyiapkan National Command Center yang akan berkedudukan di Kemenko Pangan. Pusat kendali ini ditargetkan mulai beroperasi pada 17 Mei 2026 mendatang.
Pusat kendali nasional ini berfungsi untuk:
Memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan.
Melakukan pemantauan real-time pelaksanaan program MBG di seluruh Indonesia.
Memastikan target intervensi tercapai dengan risiko kejadian lapangan yang seminimal mungkin.
Edukasi Menu Sehat dan Bergizi Selain pembenahan infrastruktur dapur, pemerintah juga memprioritaskan edukasi terkait pemilihan menu makanan yang sehat dan bergizi bagi penerima manfaat. Perbaikan tata kelola ini diharapkan mampu menciptakan sistem penyediaan pangan yang lebih aman, efektif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Post a Comment