Pemprov Lampung Alokasikan Rp170 Miliar Sulap Jalan Lamteng Jadi Rigid Beton

 


LAMPUNG TENGAH – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) resmi memulai perbaikan besar-besaran pada tiga ruas jalan prioritas di Kabupaten Lampung Tengah. Dengan total alokasi anggaran mencapai Rp170 miliar, jalan yang sebelumnya rusak parah kini dibangun menggunakan konstruksi rigid beton standar tinggi, Jumat (3/4/2026).

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat memimpin prosesi groundbreaking menginstruksikan percepatan pengerjaan agar rampung pada 1 September 2026, lebih awal dari jadwal semula di bulan Desember.

Detail Alokasi dan Spesifikasi Teknis

Kepala Dinas BMBK Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa pemilihan konstruksi beton didasarkan pada tingginya lalu lintas harian (LHR) yang mencapai lebih dari 5.000 kendaraan per hari, termasuk truk bertonase besar pengangkut sawit, pasir, dan bahan bangunan.

Rincian anggaran untuk tiga ruas utama tersebut adalah:

  • Ruas Kalirejo – Padang Ratu: Rp70 Miliar (6,5 kilometer).

  • Ruas Kalirejo – Bangunrejo: Rp60 Miliar (5,5 kilometer).

  • Ruas Padang Ratu – Pekurun Udik: Rp40 Miliar (3,5 kilometer).

“Konstruksi beton adalah pilihan agar jalan lebih awet menghadapi kendaraan berat. Kami juga meningkatkan lebar jalan dari 4,5 meter menjadi 6 meter, ditambah bahu jalan masing-masing 1 meter di sisi kanan dan kiri,” ujar Taufiqullah.

Solusi Permanen untuk Masalah Drainase

Menanggapi kondisi jalan yang sempat viral karena genangan air yang parah, Pemprov Lampung kini mengintegrasikan pembangunan sistem drainase yang komprehensif. Aliran air diarahkan secara permanen agar tidak kembali merusak badan jalan saat musim penghujan.

“Yang kemarin sampai masyarakat 'mandi' di jalan karena lubang yang dalam, instyaallah setelah perbaikan ini rampung, pemandangan seperti itu tidak akan ada lagi,” tegasnya.

Dampak Ekonomi dan Target Kemantapan

Perbaikan ini diproyeksikan memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi desa, mengingat wilayah ini menghubungkan tiga pasar utama (Pasar Kalirejo, Bangunrejo, dan Poncowarno) serta sentra produksi padi dan jagung.

Dengan selesainya proyek ini, tingkat kemantapan jalan di Lampung Tengah ditargetkan melonjak drastis dari 89 persen (2025) menjadi 98 persen pada akhir tahun 2026.

Kehadiran Tokoh Daerah

Kegiatan groundbreaking ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Marindo Kurniawan, Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, serta jajaran pimpinan DPRD Provinsi Lampung. Sinergi lintas lembaga ini memastikan pengawasan proyek berjalan ketat agar kualitas bangunan sesuai dengan uang rakyat yang diinvestasikan.

Selain tiga ruas tersebut, Pemprov Lampung juga merencanakan perbaikan ruas Bandar Jaya – Sp. Mandala sepanjang 10 km dengan proyeksi dana pinjaman sebesar Rp100 miliar guna menyempurnakan konektivitas di Lampung Tengah.

Post a Comment

Previous Post Next Post