LAMPUNG TENGAH – Jajaran Komisi IV DPRD Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat seluruh proses pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Lampung Tengah. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) perbaikan ruas jalan Kalirejo–Bangunrejo bersama Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, Jumat (3/4/2026).
Kehadiran lintas komisi DPRD Lampung ini bertujuan untuk memastikan alokasi anggaran yang besar bagi Lampung Tengah dapat ditransformasikan menjadi infrastruktur yang kokoh dan tahan lama.
Alokasi Terbesar untuk Lampung Tengah
Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung, Muhammad Ghofur, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur meski di tengah keterbatasan anggaran. Menurutnya, Lampung Tengah menjadi daerah dengan porsi pembangunan jalan paling signifikan tahun ini.
“Kalau melihat postur anggaran, Lampung Tengah menjadi daerah yang paling banyak mendapatkan alokasi. Total anggaran infrastruktur yang dikucurkan untuk wilayah ini hampir mencapai Rp400 miliar,” ungkap Ghofur.
Anggaran tersebut mencakup sejumlah ruas strategis, antara lain:
Ruas Bandar Jaya – Simpang Mandala: 10 kilometer (estimasi Rp100 miliar).
Ruas Kalirejo – Padang Ratu: 6,5 kilometer.
Ruas Padang Ratu – Pekurun Udik: 3,5 kilometer.
Ruas Wates – Metro: 1,5 kilometer.
Fungsi Pengawasan Spesifikasi Teknis
DPRD Lampung menekankan bahwa kualitas pengerjaan menjadi harga mati. Pengawasan akan dilakukan secara berkala melalui koordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) guna memastikan kontraktor bekerja sesuai spesifikasi teknis (spek) yang telah ditetapkan.
“Kami ingin memastikan pembangunan ini sesuai spek dan kualitasnya terjaga. Ini penting, karena jika hasilnya tidak baik, masyarakat mungkin harus menunggu 15 tahun lagi untuk mendapatkan perbaikan serupa,” tegas Ghofur.
Keterlibatan Masyarakat dan Pembiayaan
Anggota Komisi IV lainnya, Budi Hadi Yunanto, mengingatkan bahwa keberlanjutan umur jalan juga bergantung pada peran aktif masyarakat. Ia mengajak warga untuk bergotong-royong menjaga sistem drainase agar tidak tersumbat sampah yang dapat memicu kerusakan aspal atau beton.
Selain itu, Budi menekankan bahwa pengawasan ekstra dilakukan karena sebagian pembangunan menggunakan skema pembiayaan pinjaman. “Kami pastikan semua tahapan berjalan sesuai mekanisme. Pengawasan akan terus kami lakukan bersama dinas teknis untuk menjamin akuntabilitas anggaran,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Marindo Kurniawan, Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, serta anggota DPRD Lampung lainnya yakni Elsan Tomi Sagita (Komisi IV), Ikhwan Fadil Ibrahim (Komisi III), dan Miswan Rody (Komisi I).
Post a Comment