BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menunjukkan keseriusan penuh dalam membidik posisi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032. Langkah strategis ini dimatangkan melalui diskusi intensif antara jajaran Pemprov Lampung dengan Tim Visitasi dan Verifikasi KONI Pusat di Ruang Rapat Gubernur, Rabu (15/4/2026).
Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, ini menjadi pilar penting dalam menyelaraskan visi infrastruktur, prestasi atlet, hingga proyeksi dampak ekonomi bagi Bumi Ruwa Jurai.
Apresiasi KONI Pusat dan Pembagian Venue Ketua Tim Penyaringan dan Penjaringan (TPP) KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Suwarno, mengapresiasi langkah progresif Lampung. Namun, ia memberikan catatan penting mengenai pembagian venue cabang olahraga dengan Provinsi Banten sebagai mitra tuan rumah.
“Penting untuk segera memberikan kepastian pembagian venue antara Lampung dan Banten, terutama untuk cabang olahraga di bawah Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) dan angkat berat,” ujar Suwarno dalam pertemuan tersebut.
Pembangunan Sport Center Jadi Prioritas Menanggapi arahan tersebut, Sekdaprov Marindo Kurniawan menegaskan komitmen Pemprov Lampung untuk mempercepat aspek teknis, termasuk perencanaan pembangunan Sport Center modern. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi landmark olahraga baru sekaligus infrastruktur utama guna memenuhi indikator penilaian nasional.
Selain fisik, pembinaan atlet sejak dini juga menjadi fokus guna memastikan kontingen Lampung mampu tampil kompetitif dan meraih prestasi maksimal saat berlaga sebagai tuan rumah nantinya.
PON sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat Visi Pemprov Lampung tidak berhenti pada sukses acara, tetapi juga pada "Sukses Ekonomi". Pengembangan sport industry akan diintegrasikan dengan sektor UMKM, kuliner, dan perhotelan.
“Kami ingin PON 2032 memberikan legacy nyata. Tidak hanya fasilitas olahraga yang megah, tetapi juga perputaran ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat Lampung secara luas dan berkelanjutan,” ungkap Marindo.
Tata Kelola Transparan dan Akuntabel Guna menjamin akuntabilitas, Pemprov Lampung akan menggandeng Kejaksaan Tinggi dan Kepolisian untuk mengawal setiap tahapan perencanaan. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai koridor hukum, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan sinergi antara kesiapan teknis, pembinaan atlet, dan penguatan ekonomi, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis mampu memenangkan kepercayaan sebagai tuan rumah PON XXIII 2032.
Post a Comment