KPPG Lampung Resmi Tangguhkan Operasional Dapur MBG Way Lunik Buntut Keracunan Massal di SMAN 6

 
Ilustrasi


BANDAR LAMPUNG – Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Lampung mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara (suspend) operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Way Lunik, Kecamatan Panjang. Langkah ini diambil menyusul insiden keracunan massal yang menimpa 172 orang di SMAN 6 Bandar Lampung.

Kepala KPPG Provinsi Lampung, Achmad Hery Setiawan, menegaskan bahwa surat resmi penghentian operasional akan segera dikirimkan kepada pihak pengelola dapur sebagai dasar hukum evaluasi total.

Dugaan Makanan Kedaluwarsa dan Sanitasi Buruk Berdasarkan hasil investigasi awal, dugaan kuat penyebab keracunan mengarah pada kualitas makanan yang dikonsumsi melebihi batas waktu kelayakan. Selain faktor makanan, kondisi infrastruktur dapur juga menjadi sorotan tajam pihak otoritas.

“Keterangan dari pengelola menunjukkan adanya makanan yang sudah tidak layak namun tetap dikonsumsi. Kami juga mewajibkan pengelola segera melengkapi sertifikasi dan melakukan perbaikan pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dinilai belum standar,” tegas Achmad Hery, Sabtu (25/4/2026).

Dinkes Temukan Pelanggaran Serius di Lokasi Dapur Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, memaparkan hasil inspeksi tim kesehatan di lapangan. Dari total 812 penerima manfaat di sekolah tersebut, sekitar 26 persen atau 172 orang (147 siswa dan 25 guru) mengalami gejala sakit perut dan diare.

Sejumlah temuan kekurangan fasilitas di dapur SPPG Way Lunik meliputi:

  • Minimnya fasilitas cuci tangan (sabun dan alat pengering).

  • Tempat sampah dan pengelolaan limbah makanan yang masih menyatu di area dapur sehingga berpotensi kontaminasi.

  • Belum adanya pemisahan toilet yang jelas serta kurangnya penerapan SOP keselamatan kerja.

  • Penyimpanan makanan yang tidak optimal serta ketiadaan alat penangkap lemak.

Kondisi Korban Dipastikan Stabil Pihak SMAN 6 Bandar Lampung melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarpras, Herman, meluruskan informasi yang beredar terkait jumlah korban. Ia memastikan total terdampak adalah 172 orang dengan kategori gejala ringan hingga sedang.

“Tidak ada siswa yang pingsan atau muntah hebat. Mayoritas mengeluhkan diare dan sakit perut, namun semua masih dalam pemantauan dan bisa ditangani dengan baik,” jelas Herman.

Atas kejadian ini, KPPG Lampung memperketat pengawasan terhadap seluruh korwil dan korcam untuk memastikan standar kebersihan pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan tanpa toleransi demi keselamatan siswa.

Post a Comment

Previous Post Next Post