JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) mengeluarkan kecaman keras terhadap eskalasi serangan militer Israel yang menyasar Beirut dan berbagai wilayah lainnya di Lebanon. Indonesia menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional.
Dalam keterangan resminya pada Kamis (9/4/2026), Pemerintah Indonesia menyoroti dampak destruktif serangan tersebut yang telah mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa dari kalangan sipil serta kerusakan infrastruktur fisik yang masif.
Pelanggaran Serius Hukum Internasional
Kemlu RI menegaskan bahwa tindakan agresi tersebut tidak hanya mencederai prinsip-prinsip hukum internasional, tetapi juga berisiko tinggi memicu ketegangan regional yang lebih luas.
"Serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, serta berisiko semakin memperburuk ketegangan regional yang membahayakan keamanan global," tulis pernyataan resmi Kemlu RI melalui akun media sosialnya.
Tuntutan Penghentian Kekerasan secara Permanen
Indonesia menuntut agar Israel segera menghentikan seluruh bentuk kekerasan dan agresi di wilayah Lebanon secara permanen. Fokus pada perlindungan warga sipil dan fasilitas publik menjadi poin utama yang ditegaskan oleh Pemerintah Indonesia selaras dengan mandat hukum internasional.
Seruan Menahan Diri dan De-eskalasi
Menyikapi dinamika yang kian memanas pasca klaim tewasnya tokoh-tokoh kunci di kawasan, Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat untuk:
Melakukan upaya de-eskalasi segera.
Mengedepankan dialog diplomatik sebagai solusi utama.
Menghindari langkah-langkah provokatif yang dapat memperburuk situasi keamanan di Timur Tengah.
Konteks Krisis Kemanusiaan
Konflik yang terus memanas dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.400 orang di Lebanon dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi dari kediaman mereka. Indonesia tetap pada posisi teguh untuk mendukung perdamaian dunia dan menolak segala bentuk tindakan militer yang mengabaikan keselamatan umat manusia.
Post a Comment