Bimtek Tim Pembina Posyandu Pesawaran: Tingkatkan Kapasitas Kader Lewat 25 Keterampilan Dasar

PRINGSEWU – Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Kesehatan terus memperkokoh peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat. Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pesawaran, Cindy Aria Anton, S.E., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor yang solid.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu Bidang Kesehatan yang digelar di Regency Hotel Pringsewu, Rabu (8/4/2026).

Posyandu Sebagai Pusat Pemberdayaan Multisektor

Dalam pemaparannya, Cindy Aria Anton menjelaskan bahwa fungsi Posyandu kini telah meluas. Tidak hanya berfokus pada kesehatan, Posyandu juga memiliki peran strategis dalam urusan pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman umum, hingga sektor sosial di tingkat desa dan kelurahan.

“Seluruh elemen yang terlibat memiliki peran strategis. Diperlukan sinergi yang kuat antar sektor agar seluruh program Posyandu dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Cindy.

Transformasi Integrasi Layanan Primer (ILP)

Kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi pedoman Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Berdasarkan paparan narasumber dari Dinkes Provinsi Lampung, Rita Anggraeni, Posyandu ILP kini melayani seluruh siklus kehidupan, mulai dari bayi, balita, remaja, dewasa, ibu hamil, hingga lansia. Fokus utamanya adalah upaya promotif dan preventif serta pemantauan wilayah setempat yang lebih komprehensif.

Penguatan Kapasitas 25 Keterampilan Dasar Kader

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, dr. Media Apriliana, menekankan bahwa kualitas layanan di ujung tombak sangat bergantung pada keahlian para kader. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas melalui pelatihan 25 keterampilan dasar kader menjadi prioritas utama.

“Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan. Keberadaan kader yang terlatih dan terdata dengan baik dalam sistem informasi kesehatan adalah faktor penentu layanan yang berkualitas dan terstandar,” ungkap dr. Media.

Dukungan Desa dan Inovasi Pelayanan

Melalui Bimtek yang diikuti oleh 40 peserta dari berbagai perangkat daerah ini, diharapkan Tim Pembina mampu mendorong dukungan moril maupun material dari pemerintah desa. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Trio Pranoto, menambahkan bahwa koordinasi ini bertujuan untuk memunculkan inovasi-inovasi pelayanan kesehatan yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih efektif.

Kegiatan ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut bersama sebagai komitmen nyata untuk memperkuat ekosistem Posyandu di seluruh wilayah Kabupaten Pesawaran.

Post a Comment

Previous Post Next Post