Balita Meninggal Dunia dan Puluhan Warga Dirawat, Dinkes Cianjur Investigasi Dugaan Keracunan Program MBG

 


CIANJUR – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait meninggalnya seorang balita berinisial MAB (2) serta dugaan keracunan massal yang menimpa 63 warga di Kecamatan Leles. Insiden ini terjadi usai warga mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hingga saat ini, pihak otoritas kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti peristiwa yang melibatkan puluhan ibu dan balita tersebut.

Kronologi dan Kondisi Korban Direktur RSUD Pagelaran, Irfan Nur Fauzi, menjelaskan bahwa balita MAB dirujuk dari Puskesmas Leles dalam kondisi kritis dengan gejala lemas, pusing, serta pembengkakan pada tangan dan kaki. Meski telah mendapatkan perawatan intensif selama 12 jam di IGD, nyawa korban tidak tertolong.

“Diagnosa awal menunjukkan korban meninggal akibat syok septik yang diduga berkaitan dengan riwayat diare. Namun, kami tetap melakukan investigasi komprehensif untuk memastikan keterkaitannya dengan konsumsi makanan tersebut,” ujar Irfan.

Penanganan Darurat 63 Warga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Made Setiawan, mengonfirmasi bahwa sebanyak 63 orang mengalami gejala mual, lemas, dan gangguan pencernaan. Sebagian besar korban kini telah diperbolehkan pulang, namun pengawasan medis di tingkat desa tetap diperketat.

“Penyebab pastinya belum bisa dipastikan. Kami telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium. Langkah ini diambil guna memastikan apakah ini murni karena kontaminasi makanan atau ada faktor kesehatan lain,” tegas Made, Sabtu (25/04/2026).

Komitmen Transparansi Pemerintah Pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap kasus ini mengingat dampaknya pada program pemenuhan gizi nasional. Dinas Kesehatan memastikan akan mengumumkan hasil uji laboratorium secara terbuka kepada publik segera setelah hasil pemeriksaan keluar.

Sementara itu, tenaga kesehatan terus memantau beberapa balita yang masih menjalani perawatan intensif di puskesmas setempat guna memastikan kondisi mereka stabil dan pulih sepenuhnya.

Post a Comment

Previous Post Next Post