Ayah dan Kakek di Kedondong Diduga Cabuli Anak Kandung hingga Hamil, Komnas PA Desak Polisi Segera Bertindak

 


PESAWARAN – Kasus asusila yang mengguncang rasa kemanusiaan terjadi di Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran. Seorang anak di bawah umur ditemukan dalam kondisi hamil tujuh bulan, yang diduga kuat merupakan korban perbuatan bejat ayah dan kakek kandungnya sendiri.

Situasi di lokasi saat ini dilaporkan memanas lantaran kedua terduga pelaku dikabarkan masih berada di lingkungan desa setempat. Hal ini memicu desakan keras dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Pesawaran agar pihak kepolisian segera melakukan langkah hukum konkret.

Ancaman Main Hakim Sendiri Ketua Komnas PA Pesawaran, Arie BM, S.Sos., S.H., menegaskan bahwa keberadaan pelaku yang masih berkeliaran merupakan ancaman serius bagi keamanan wilayah dan kondisi psikis korban. Ia memperingatkan adanya potensi aksi main hakim sendiri dari warga yang geram jika penegakan hukum berjalan lambat.

“Kami merekomendasikan agar kedua terduga pelaku segera ditangkap. Ini adalah kasus luar biasa; korban masih di bawah umur dan kini harus menanggung beban kehamilan akibat perbuatan anggota keluarganya sendiri,” tegas Arie, Selasa (21/4/2026).

Trauma Mendalam dan Perlindungan Korban Arie, yang juga merupakan seorang advokat, menjelaskan bahwa korban saat ini mengalami trauma mendalam. Selain menghadapi beban fisik akibat kehamilan di usia dini, korban juga harus menanggung tekanan psikologis yang hebat.

Komnas PA berkomitmen untuk mengawal penuh proses hukum ini dan memastikan tidak ada upaya perdamaian di bawah tangan yang mencederai keadilan bagi korban. Fokus utama saat ini adalah memastikan korban mendapatkan perlindungan serta pemulihan trauma yang memadai.

Mendesak Respon Kepolisian Hingga saat ini, warga dan pihak Komnas PA terus menunggu pernyataan resmi serta tindakan nyata dari pihak kepolisian setempat terkait kendala penangkapan kedua pelaku. Kecepatan aparat dalam merespons kasus ini dinilai krusial untuk mencegah situasi semakin tidak terkendali di tengah masyarakat.

“Kami meminta polisi bergerak cepat sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Keadilan untuk korban harus menjadi prioritas utama,” pungkas Arie.

Post a Comment

Previous Post Next Post