LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Polda Lampung, Kementerian Perhubungan, serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) atas keberhasilan pengelolaan arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Sinergi lintas sektoral ini terbukti efektif menjaga kelancaran lalu lintas di wilayah Lampung sebagai gerbang utama Pulau Sumatera.
Dalam peninjauan di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (28/3/2026), Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengonfirmasi bahwa puncak arus balik nasional telah terlewati dengan baik. Tercatat hampir 3 juta kendaraan keluar dari wilayah Jakarta, namun sistem rekayasa lalu lintas yang matang mampu mencegah kemacetan total.
Penurunan Angka Kecelakaan dan Kriminalitas
Salah satu capaian paling krusial pada musim Lebaran tahun ini adalah meningkatnya aspek keselamatan jalan. Data nasional menunjukkan penurunan angka kecelakaan sebesar 7,8%, dengan penurunan fatalitas korban jiwa yang signifikan.
Khusus di wilayah hukum Polda Lampung, tren positif serupa juga terjadi:
Angka Kecelakaan: Turun 16% dibandingkan periode Lebaran 2025.
Kondisi Keamanan: Berjalan kondusif tanpa gangguan kriminalitas menonjol seperti pembegalan di jalur mudik.
Puncak Arus Balik: Terkelola dengan baik melalui sistem antrean Pelabuhan Bakauheni yang semakin matang.
Optimalisasi Moda Transportasi
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, turut menyoroti lonjakan penumpang di berbagai moda transportasi. Penumpang kereta api naik 7,84%, moda udara meningkat 6,27%, dan transportasi darat tumbuh 13,3%. Keberhasilan mengelola lonjakan ini disebut sebagai hasil soliditas antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
“Terima kasih kepada seluruh stakeholder. Hingga saat ini, pergerakan masyarakat pada mudik dan balik berjalan terkendali dan aman,” ujar Menhub.
Lampung Sebagai Simpul Vital Nasional
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa kelancaran di Pelabuhan Bakauheni merupakan hasil dari perbaikan sistem yang konsisten, mulai dari manajemen tiket hingga penguatan koordinasi lapangan.
“Kolaborasi antara pusat, daerah, dan masyarakat adalah kunci. Keberhasilan ini membangun disiplin kolektif dan rasa aman, yang menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas,” tegas Gubernur Mirza.
Pemprov Lampung memastikan akan terus memperkuat sinergi lintas sektor guna meningkatkan kualitas pelayanan transportasi dan keselamatan publik di masa depan. Keberhasilan tahun 2026 ini menjadi bukti bahwa perencanaan matang dan partisipasi masyarakat mampu mewujudkan mobilitas nasional yang tertib dan beradab.
Post a Comment