Suarakan Nasib Ratusan Petugas Kebersihan, Budiman AS Minta Pemkot Bandar Lampung Segera Tuntaskan Tunggakan Gaji Januari

 


BANDAR LAMPUNG, 3 Maret 2026 – Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bandar Lampung, Budiman AS, melayangkan kritik keras dan desakan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terkait laporan penunggakan gaji ratusan petugas kebersihan. Tercatat sebanyak 398 tenaga kebersihan dilaporkan belum menerima hak upah mereka untuk periode Januari 2026.

Persoalan ini mencuat di tengah masa transisi pengelolaan tenaga honorer di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang beralih menjadi sistem pihak ketiga (outsourcing) per 10 Januari 2026.

Prioritas Hak di Tengah Bulan Suci Budiman AS menegaskan bahwa keterlambatan pembayaran gaji ini sangat ironis, mengingat para petugas kebersihan tetap bekerja siang dan malam demi menjaga wajah kota. Terlebih, kebutuhan ekonomi masyarakat biasanya meningkat tajam memasuki bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Informasinya ada 398 tenaga kebersihan belum menerima gaji bulan Januari. Ini harus jadi perhatian serius. Petugas kebersihan itu siang malam bekerja untuk membersihkan kota ini, seharusnya hak mereka menjadi prioritas utama pemerintah,” ujar Budiman AS, Selasa (3/3).

Tuntaskan Sisa Upah Sebelum Peralihan Ketua DPC Partai Demokrat Bandar Lampung ini juga menyoroti adanya sisa upah sebelum tanggal peralihan (10 Januari) yang diklaim pekerja belum diselesaikan oleh pihak dinas terkait. Ia mengingatkan Wali Kota Bandar Lampung untuk memegang teguh komitmen kesejahteraan masyarakat kecil, terutama mereka yang memiliki beban kerja fisik yang berat.

“Kami mengingatkan pemerintah kota untuk tetap berpegang pada komitmen menyejahterakan masyarakat. Jangan sampai karena kendala administratif transisi sistem, para pekerja lapangan yang menjadi korban,” tambahnya.

Harapan Solusi Cepat Pihak legislatif berharap Pemkot Bandar Lampung segera melakukan koordinasi antara DLH, BPKAD, dan pihak ketiga untuk memvalidasi data serta mempercepat proses pencairan. Kejelasan nasib ratusan "Pasukan Oranye" ini menjadi cermin kepedulian pemerintah terhadap para pejuang kebersihan yang selama ini memastikan kenyamanan warga Kota Tapis Berseri.

Post a Comment

Previous Post Next Post