KALIANDA, 16 Maret 2026 – Di balik keheningan Masjid Agung Kalianda pada Jumat dini hari (13/3), sebuah momen mengharukan terekam kamera warga. Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, kedapatan menghampiri seorang pria yang duduk menyandar letih di sudut pintu masjid saat jemaah lain tengah larut dalam ibadah iktikaf.
Pria tersebut adalah Muhammad Sofian Saury (33), atau Fyan, seorang musafir asal Surabaya yang tengah melakukan perjalanan spiritual luar biasa: berjalan kaki menuju Mekkah, Arab Saudi. Pertemuan yang terjadi pukul 03.20 WIB tersebut menjadi kejutan besar bagi Fyan yang telah menempuh perjalanan selama 121 hari.
Pertemuan Tak Terduga di Sudut Masjid Bupati Egi yang baru saja menyelesaikan salat tahajud awalnya hendak beranjak untuk sahur. Namun, langkahnya terhenti saat melihat sosok pria dengan ransel besar bertempelkan stiker bendera Indonesia dan Arab Saudi. Alih-alih mengabaikan, Bupati Egi mendekat dan mengajak Fyan berbincang dengan hangat.
Mendengar kisah Fyan yang logistiknya mulai menipis—terutama persediaan obat-obatan yang hampir habis—Bupati Egi secara spontan memberikan bantuan bekal perjalanan dan santunan sebagai bentuk dukungan moral.
“Saya kaget sekali. Saya sebenarnya malu masuk ke masjid, takut mengganggu. Tapi saya sangat senang dan tak menyangka, tiba-tiba Pak Bupati sendiri yang menghampiri saya di pojokan ini,” ujar Fyan dengan mata berkaca-kaca.
Dukungan untuk Langkah Spiritual Bagi Fyan, perhatian yang diterimanya di Kalianda merupakan "suntikan" energi baru. Mengingat perjalanan menuju Baitullah masih menyeberangi samudera dan benua, dukungan dari pemimpin daerah di Lampung Selatan ini dianggapnya sebagai jawaban atas doa-doanya di tengah perjalanan.
Fyan pun sempat menitipkan doa tulus untuk Bupati muda tersebut sebelum kembali merapikan ranselnya.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati Radityo Egi Pratama. Semoga beliau sehat selalu, murah rezeki, dan terus menjadi pemimpin yang disukai rakyatnya,” ucap Fyan sembari bersiap melanjutkan langkah.
Wujud Kepedulian Pemimpin Aksi Bupati Egi ini menuai simpati dari jemaah iktikaf lainnya. Hal ini menunjukkan sisi lain dari kepemimpinan yang peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya, bahkan di saat-saat sunyi dini hari. Pertemuan singkat ini menjadi pengingat bahwa di sela-sela urusan birokrasi, kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama.
Post a Comment