Ratusan mahasiswa kepung DPRD Kota Metro, desak Wali Kota berikan penjelasan langsung

 



METRO – Gelombang unjuk rasa besar-besaran melanda Gedung DPRD Kota Metro pada Selasa (10/3/2026). Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Metro dan BEM Universitas Dharma Wacana melakukan aksi bakar ban bekas sebagai simbol "lampu merah" bagi jalannya pemerintahan daerah.

Massa aksi menuntut kehadiran Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, ke gedung parlemen untuk memberikan klarifikasi langsung terkait 13 tuntutan yang mereka bawa.

Evaluasi 13 program unggulan

Para demonstran menilai banyak program strategis pemerintah yang belum dirasakan manfaatnya secara optimal oleh masyarakat. Fokus kritik mahasiswa tertuju pada janji-janji kampanye dan infrastruktur dasar.

Beberapa tuntutan utama yang disuarakan antara lain:

  • Infrastruktur: Percepatan program "Semua Jalan Mulus" dan peningkatan Penerangan Jalan Umum (PJU).

  • Kesejahteraan: Kenaikan insentif bagi perangkat lingkungan (RT, RW, LPM) serta kader Posyandu.

  • Kesehatan & Ekonomi: Peningkatan fasilitas RS/Puskesmas serta bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM.

  • Lingkungan: Penanganan banjir dan perbaikan sistem drainase kota secara menyeluruh.

Soroti peran legislatif dan anggaran BLUD

Mahasiswa tidak hanya mengkritik eksekutif, tetapi juga mendesak DPRD Kota Metro untuk tidak "tidur" dalam menjalankan fungsi pengawasan. Salah satu poin paling krusial adalah desakan pembentukan Panitia Khusus (Pansus).

"Kami mendesak DPRD untuk membentuk Pansus guna melakukan investigasi mendalam terhadap pengelolaan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) serta kualitas pelayanan kesehatan yang ada," tegas Arda, salah satu orator aksi.

Hanya ditemui tiga anggota dewan

Hingga pukul 10.33 WIB, suasana sempat memanas karena minimnya respon dari pihak legislatif. Tercatat hanya tiga anggota DPRD dari Fraksi Partai NasDem yang keluar menemui massa, sementara anggota dewan lainnya belum menampakkan diri.

Ketiadaan Wali Kota dan pimpinan DPRD di tengah massa memicu kekecewaan demonstran. Mahasiswa mengancam akan bertahan dan terus melakukan aksi kontrol publik hingga pemerintah memberikan jawaban konkret atas 13 persoalan yang menjadi sorotan masyarakat Kota Metro.

Aksi berakhir dengan penjagaan ketat aparat keamanan di tengah kepulan asap ban yang menghitam di halaman gedung wakil rakyat tersebut.

Post a Comment

Previous Post Next Post