WAY KANAN, 13 Maret 2026 – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., bersama Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela, melakukan peninjauan lapangan guna memastikan percepatan pembangunan ruas jalan provinsi Kasui–Air Ringkih (Batas Sumatera Selatan), Selasa (10/3). Pembangunan ini menjadi prioritas utama untuk memperkuat konektivitas di wilayah sentra perkebunan Kecamatan Kasui dan Rebang Tangkas.
Proyek ini merupakan kelanjutan dari program pembangunan tahun 2024 yang kini ditingkatkan spesifikasinya untuk menghadapi beban kendaraan berat.
Konstruksi Beton untuk Ketahanan Maksimal Wakil Gubernur Jihan Nurlela menegaskan bahwa jalur ini memiliki aktivitas ekonomi yang sangat tinggi, dengan rata-rata 50 kendaraan bertonase hingga 9 ton melintas setiap harinya membawa komoditas sawit. Oleh karena itu, Pemprov Lampung beralih menggunakan konstruksi rigid pavement (beton).
“Kita lanjutkan pembangunan sepanjang 5,5 kilometer tahun ini. Konstruksinya menggunakan rigid (beton) agar lebih kuat menahan beban kendaraan pengangkut sawit yang tonasenya berlebih. Kalau hanya aspal biasa, jalan akan cepat rusak,” ujar Wagub Jihan di lokasi peninjauan.
Rincian Teknis dan Anggaran Penanganan ruas Kasui–Air Ringkih akan mencakup:
Panjang Penanganan: 5,5 Kilometer.
Spesifikasi: Beton (rigid) setebal 20 sentimeter.
Skema Kerja: Dibagi dalam tujuh segmen strategis.
Alokasi Anggaran: Rp55 miliar khusus untuk ruas ini.
Komitmen Pembangunan Way Kanan 2026 Bupati Ayu Asalasiyah menyampaikan apresiasinya atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi Lampung. Ia menyebutkan bahwa total anggaran yang dikucurkan Pemprov untuk infrastruktur di Way Kanan pada tahun 2026 mencapai Rp178,5 miliar.
“Anggaran tersebut mencakup penanganan delapan ruas jalan provinsi dan dua jembatan. Kami terus bersinergi agar pembangunan ini benar-benar menjawab harapan masyarakat dalam meningkatkan aksesibilitas dan memperlancar distribusi hasil bumi,” tutur Bupati Ayu.
Dengan perbaikan jalan yang lebih kokoh, diharapkan biaya logistik petani perkebunan dapat ditekan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan Lampung–Sumatera Selatan dapat meningkat secara signifikan.
Post a Comment