BANDAR LAMPUNG, 11 Maret 2026 – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memulai operasi distribusi bantuan pangan skala besar dengan menyalurkan 43.589 karung beras bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 20 kecamatan. Wali Kota Eva Dwiana memimpin langsung penyaluran di Kantor Kecamatan Teluk Betung Selatan, Senin (9/3), guna memastikan bantuan 5 kilogram per kepala keluarga tersebut sampai tepat waktu sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Wali Kota yang akrab disapa Bunda Eva ini menargetkan proses distribusi yang masif ini selesai dalam waktu singkat untuk menjaga stabilitas psikologis pasar dan kebutuhan dapur warga.
Distribusi Kilat dan Skema Bertahap Hingga Senin sore, proses penyaluran telah mencapai 50% dari total target. Strategi pembagian dibagi menjadi dua gelombang guna menghindari penumpukan massa dan mempercepat jangkauan.
“Alhamdulillah ini sudah kita bagikan separuh. Targetnya hari ini 10 kecamatan tuntas, dan besok 10 kecamatan sisanya. Kami ingin masyarakat tenang menyambut Ramadan dengan ketersediaan pangan yang cukup di rumah,” ujar Eva Dwiana.
Apresiasi bagi Garda Terdepan (RT) Dalam momentum tersebut, Bunda Eva juga memberikan kabar gembira bagi para aparatur lingkungan. Menyadari peran vital Ketua Rukun Tetangga (RT) dalam pendataan dan distribusi bantuan, Pemkot Bandar Lampung berencana menaikkan insentif mereka secara signifikan.
“Ketua RT adalah garda terdepan pelayanan kita. Sebagai bentuk apresiasi, tahun depan insentif RT akan kami naikkan menjadi Rp2 juta,” tegas Wali Kota disambut antusias warga dan aparatur yang hadir.
Data Penerima dan Rencana Lanjutan Kepala Dinas Sosial Kota Bandar Lampung, Aklim Sahadi, merinci bahwa bantuan ini menyasar 43.589 keluarga di seluruh pelosok kota. Setiap KK menerima bantuan beras kualitas medium sebanyak 5 kg. Pemkot juga sudah merancang penyaluran tahap kedua yang dijadwalkan tepat menjelang Hari Raya Idulfitri guna mengantisipasi puncak konsumsi masyarakat.
Pemkot Bandar Lampung berharap sinergi antara kecepatan distribusi pemerintah dan pengawasan dari tingkat RT dapat meminimalisir potensi kerawanan pangan selama masa hari besar keagamaan.
Post a Comment