KETAPANG, 3 Maret 2026 – Bencana alam angin puting beliung menerjang wilayah Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, pada Senin sore (2/3). Kejadian yang berlangsung cepat ini mengakibatkan kerusakan masif pada puluhan hunian warga, terutama di wilayah Dusun 01.
Berdasarkan pendataan awal hingga Selasa pagi (3/3), tercatat sedikitnya 32 unit rumah di Dusun 01 mengalami kerusakan pada bagian atap dan rangka bangunan. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring proses pendataan yang masih berlangsung di dusun-dusun lainnya.
Kronologi dan Dampak Kerusakan Saksi mata melaporkan bahwa angin kencang datang secara tiba-tiba disertai mendung pekat. Kekuatan angin yang besar menyebabkan material atap seperti asbes dan genting beterbangan, bahkan beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian dinding akibat tertimpa pohon atau tekanan angin.
“Yang sudah terdata sementara ada 32 rumah, ini baru di Dusun 01 saja, belum termasuk dusun lain. Kami masih terus menyisir area terdampak untuk memastikan semua warga terdata,” ujar Kepala Dusun 01 Desa Legundi di lokasi kejadian.
Gotong Royong dan Penanganan Darurat Pasca-kejadian, warga setempat langsung bergerak melakukan gotong royong membersihkan puing-puing bangunan dan menutup atap rumah yang terbuka dengan terpal seadanya. Meskipun kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun luka berat dalam peristiwa tersebut.
[Image: Residents work together to clean up debris and fallen trees in Desa Legundi after the tornado]
Menanti Bantuan Pemerintah Pihak Pemerintah Desa Legundi bersama jajaran Kecamatan Ketapang kini tengah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan untuk langkah penanganan lebih lanjut. Warga yang terdampak sangat mengharapkan adanya bantuan cepat berupa material bangunan serta logistik darurat.
“Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Banyak warga yang rumahnya tidak bisa ditempati dengan layak karena atapnya hilang total,” tambah salah satu warga terdampak.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan melanda wilayah pesisir Lampung Selatan dalam beberapa hari ke depan.
Post a Comment