Bangun Fondasi Spiritual Generasi Muda, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Apresiasi Program Pesantren Kilat Baznas Lampung



BANDAR LAMPUNG, 15 Maret 2026 – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, secara resmi membuka kegiatan Pesantren Kilat dan Iktikaf bersama siswa SMA/SMK se-Kota Bandar Lampung di Islamic Center, Sabtu (14/3). Kegiatan yang diinisiasi oleh Baznas Provinsi Lampung ini bertujuan untuk membentengi karakter ratusan pelajar di tengah tantangan arus teknologi dan media sosial yang kian masif.

Dalam arahannya, Gubernur Mirza menekankan bahwa masa depan Lampung tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi oleh kualitas moral generasi mudanya.

Agama Sebagai Benteng Teknologi Gubernur menyoroti keberadaan sekitar 330.000 siswa SMA di Lampung sebagai aset produktif yang harus diarahkan dengan benar. Ia mengingatkan para pelajar agar bijak menggunakan teknologi untuk hal-hal positif.

"Kita tidak ingin sumber daya manusia di Lampung menjadi sia-sia karena tidak ada yang mengarahkan. Cara terbaik menjaga mereka adalah dengan menanamkan nilai agama dan akhlak. Jika pemudanya berakhlak baik, maka negeri ini akan makmur," tegas Gubernur Mirza.

Sinergi Baznas dan Pendidikan Ketua Baznas Provinsi Lampung, Iskandar Zulkarnain, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kajian rutin, melainkan sarana mempelajari adab dan etika kehidupan sehari-hari. Selain pembinaan spiritual, Baznas juga menyalurkan santunan secara simbolis kepada 100 siswa SMA/SMK yang diserahkan langsung oleh Gubernur.

Baznas juga mendorong penguatan Gerakan Infak Pendidikan di sekolah-sekolah, di mana dana yang dihimpun akan dikembalikan untuk membantu siswa yang membutuhkan di sekolah masing-masing.

Lahirkan Pemimpin Masa Depan Gubernur berharap dari kegiatan iktikaf ini akan lahir bibit-bibit pemimpin Lampung masa depan. Sebagai tindak lanjut, Baznas berencana menggelar pertemuan rutin Rohani Islam (Rohis) se-Bandar Lampung di Islamic Center sebagai wadah pembinaan karakter yang berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen bahwa pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan terciptanya masyarakat yang religius, berdaya saing, dan memiliki integritas moral yang tinggi sejak usia sekolah.

Post a Comment

Previous Post Next Post