BANDAR LAMPUNG, 6 Maret 2026 – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Bandar Lampung sejak siang hari menyebabkan Sungai Way Balau dan Way Kedaton meluap, Jumat (6/3). Merespons situasi tersebut, personel Koramil 410-06/KDT melalui Babinsa Kelurahan Kedaton, Sertu Guratno, langsung bergerak cepat melakukan pemantauan di titik-titik rawan banjir guna memastikan keselamatan warga binaan.
Dimulai pukul 16.05 WIB saat hujan mulai mereda, Sertu Guratno bersama Lurah Kedaton, para Kepala Lingkungan (Kaling), RT, serta anggota Linmas menyisir sejumlah lokasi yang terdampak genangan air cukup tinggi.
Pemantauan Titik Kritis Berdasarkan hasil monitoring lapangan, luapan air sungai terdeteksi merendam beberapa lokasi strategis, di antaranya:
Jalan Sultan Agung: Genangan air sempat menyebabkan hambatan serius pada arus lalu lintas.
Jalan Cendana dan Gang Lambang: Luapan Sungai Way Balau merendam badan jalan serta halaman rumah warga yang berada di sekitar bantaran.
Bantaran Way Kedaton: Akses jalan di sepanjang aliran sungai ini juga terpantau terendam luapan air.
Sinergi dan Keamanan Warga Kehadiran Babinsa di lokasi banjir merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Selain memantau perkembangan Tinggi Muka Air (TMA), Sertu Guratno bersama perangkat kelurahan turut membantu warga mengevakuasi barang-barang dan memastikan jalur drainase tidak tersumbat sampah.
"Kami bersama Pak Lurah langsung turun untuk melihat kondisi terkini. Alhamdulillah, saat ini air di beberapa lokasi seperti Jalan Sultan Agung sudah berangsur surut. Namun, kami tetap siaga bersama warga untuk mengantisipasi adanya potensi hujan susulan," ungkap Sertu Guratno di lokasi pemantauan.
Imbauan Kewaspadaan Hingga sore hari, situasi di wilayah Kedaton dilaporkan mulai kondusif seiring dengan surutnya air sungai. Meski demikian, Koramil 410-06/KDT mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di Daerah Aliran Sungai (DAS), untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan terjadi di wilayah Bandar Lampung dalam beberapa hari ke depan.
Langkah cepat tanggap ini diharapkan dapat meminimalisir kerugian materiil maupun personel, sekaligus menguatkan koordinasi antara aparat TNI dan pemerintah daerah dalam penanganan bencana alam di tingkat kelurahan.
Post a Comment