BANDAR LAMPUNG – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Budiman AS, memberikan dukungan penuh terhadap rencana perluasan wilayah yang mencakup penggabungan sebagian wilayah Kabupaten Lampung Selatan ke Kota Bandar Lampung. Langkah ini dinilai sebagai kunci utama dalam menyukseskan pembangunan Kota Baru serta memecah kepadatan beban pemerintahan dan ekonomi di pusat kota saat ini.
Budiman berharap rencana besar ini dapat ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) agar percepatan pembangunan infrastruktur dapat didukung langsung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Penataan Geografis: Fokus pada Desa Perbatasan
Hingga saat ini, pembahasan mencakup sembilan desa di wilayah Lampung Selatan. Namun, Komisi I memberikan catatan khusus agar desa-desa yang secara geografis sudah berimpitan langsung dengan Bandar Lampung turut dikaji ulang.
Desa Strategis yang Diusulkan untuk Dikaji:
Sabah Balau
Way Hui
Jatimulyo
“Secara wilayah, desa-desa ini sangat dekat dan berimpitan dengan Bandar Lampung. Prosesnya memang panjang karena memerlukan persetujuan DPRD Lampung Selatan, DPRD Kota Bandar Lampung, hingga penetapan oleh Pemerintah Pusat,” jelas Budiman, Kamis (5/2/2026).
Solusi Kepadatan Kota dan Pelayanan Publik
Wacana ini sejalan dengan rencana jangka panjang pemindahan pusat pemerintahan Provinsi Lampung. Keuntungan utama dari perluasan ini meliputi:
Pemerataan Ekonomi: Mengurangi konsentrasi aktivitas yang saat ini hanya bertumpu di inti Kota Bandar Lampung.
Efisiensi Administrasi: Warga di wilayah perbatasan tidak perlu lagi menempuh jarak jauh ke Lampung Selatan untuk mengurus dokumen kependudukan.
Modernisasi Kota: Mendukung pengembangan Kota Baru sebagai pusat pelayanan publik yang lebih modern dan tertata.
Menanti Persetujuan Daerah dan Aspirasi Masyarakat
DPRD menekankan bahwa meski secara teknokratis perluasan ini sangat menguntungkan, keberhasilannya tetap bergantung pada kesepakatan politik antar-daerah dan, yang paling utama, aspirasi masyarakat setempat.
“Tujuannya adalah memudahkan rakyat. Dari sisi pelayanan publik, tentu akan lebih dekat dan memudahkan jika wilayah-wilayah yang berbatasan langsung ini masuk ke dalam administrasi Kota Bandar Lampung,” pungkas Budiman.
Post a Comment