Selamat Jalan "Sang Konseptor": Dunia Pers Lampung Berduka atas Berpulangnya Syamsul B. Nasution

 



BANDAR LAMPUNG — Dunia jurnalistik Provinsi Lampung kehilangan salah satu putra terbaik sekaligus maestro di balik layar. Syamsul B. Nasution, sosok yang dijuluki sebagai "Sang Konseptor" pers Lampung, mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu, 15 Februari 2026, pukul 22.30 WIB di RS Urip Sumoharjo.

Lahir di Sumatera Utara dan besar di Bandung, almarhum mengabdikan separuh hidupnya untuk membentuk wajah media dan mencetak jurnalis-jurnalis tangguh di Tanah Lampung.

Jejak Emas Sang Kreator: Dari Media Cetak hingga Digital

Syamsul B. Nasution dikenal sebagai tokoh yang memiliki ketajaman visual dan intelektual dalam mengelola media. Kontribusi besarnya tercatat dalam sejarah berbagai media besar di Lampung:

  • Era Lampung Post (Surya Persindo): Bagian dari tim inti yang melakukan perombakan besar-besaran standar profesionalisme, rubrikasi artistik, hingga mentalitas ruang redaksi menjelang tahun 2000.

  • Era Trans Sumatera: Pendiri media yang dikenal berani, lugas, dan profesional pada awal masa Reformasi.

  • Pionir Digital: Di tengah gempuran zaman, almarhum menjadi salah satu pembaca peluang digital pertama di Lampung melalui kanal Lampung TV di YouTube yang meraih jutaan pelanggan.

Wasiat Terakhir: Lembaga Pendidikan Jurnalistik

Hingga akhir hayatnya, semangat Syamsul untuk mendidik generasi baru tidak pernah pudar. Almarhum sedang dalam proses merintis sebuah lembaga pendidikan jurnalistik di Jati Agung, Lampung Selatan. Impiannya adalah melahirkan jurnalis yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga teguh memegang etika dan martabat profesi.

"Baginya, jurnalisme bukan hanya soal berita, melainkan soal martabat. Ia ingin profesi ini berdiri tegak—berintegritas dan bermutu," kenang rekan sejawatnya.


Profil & Rekam Jejak Syamsul B. Nasution

KategoriCatatan Pengabdian
Gelar Kehormatan"Sang Konseptor" / "Sang Kreator" Pers Lampung
Bidang KeahlianManajemen Redaksi, Artistik Media, Jurnalistik Digital
Proyek TerakhirPembangunan Lembaga Pendidikan Jurnalistik (Progres 80%)
WafatMinggu, 15 Februari 2026
Kediaman DukaJl. Perwira 3, Rajabasa, Bandar Lampung

Tanah Lampung Sebagai Rumah Terakhir

Meski bukan putra asli daerah, Syamsul sering menyatakan bahwa ia telah menjadi orang Lampung seutuhnya. Kecintaannya pada tanah ini dibuktikan dengan keputusannya untuk terus berkarya di Lampung hingga napas terakhir.

Almarhum disemayamkan pada Senin (16/2/2026) di rumah duka dan dimakamkan di pemakaman setempat. Keluarga besar pers Lampung, dari berbagai organisasi dan lintas generasi, menyatakan duka yang mendalam atas kepergian sosok guru dan pembimbing yang bersahaja ini.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Selamat jalan, Bang Syamsul. Jejakmu akan tetap hidup di setiap ruang redaksi dan di setiap kalimat yang ditulis dengan hati.”

Post a Comment

Previous Post Next Post