Polemik Klaim Intimidasi di Way Bungur, Wagub Jihan Nurlela Tegaskan Dukung Transparansi Publik

 


BANDAR LAMPUNG – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, secara resmi membantah tuduhan yang beredar di media sosial mengenai adanya intimidasi terhadap warga terkait upaya memviralkan kondisi Jembatan Kali Pasir di Way Bungur, Lampung Timur. Klarifikasi ini menyusul pernyataan seorang warga dalam video viral yang mengklaim diminta berhenti mempublikasikan kondisi wilayah tersebut melalui sambungan telepon.

Bantahan Tegas Wakil Gubernur

Wagub Jihan Nurlela menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan panggilan telepon, apalagi memberikan instruksi penghentian konten kreatif atau kritik dari masyarakat. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Lampung justru menghargai peran aktif masyarakat dalam melaporkan kondisi infrastruktur sebagai bagian dari pengawasan publik.

"Saya tidak pernah menelepon atau mengintimidasi siapapun. Kami di Pemerintah Provinsi Lampung justru berterima kasih atas masukan masyarakat yang menjadi mata dan telinga kami di lapangan," ujar Wagub dalam keterangannya.

Viralitas yang Membuahkan Hasil

Meski terjadi simpang siur mengenai komunikasi tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa viralnya kondisi para pelajar yang menyeberangi sungai dengan rakit telah membuahkan hasil nyata. Dalam hitungan hari, perhatian Pemerintah Pusat melalui Anggota DPR RI Komisi V, Kementerian PU (BPJN), hingga koordinasi cepat Gubernur dengan Pangdam II/Sriwijaya langsung terarah ke Way Bungur.

Saat ini, komitmen pembangunan Jembatan Merah Putih (jembatan gantung) sudah masuk tahap eksekusi, dan rencana jembatan permanen telah masuk dalam agenda prioritas tahun anggaran 2026.

Menunggu Realisasi Lapangan

Polemik mengenai "siapa yang menelepon" kini perlahan bergeser menjadi pengawalan terhadap "kapan jembatan selesai". Masyarakat kini fokus menanti realisasi janji pemerintah yang menargetkan penyelesaian akses tersebut pada semester pertama tahun 2026.

"Terlepas dari polemik video tersebut, fokus utama kita adalah keselamatan anak-anak sekolah. Perhatian yang muncul akibat viralnya berita ini harus kita kawal agar pembangunan tidak sekadar menjadi wacana," ungkap salah satu tokoh pemuda Lampung Timur.

Post a Comment

Previous Post Next Post