Pecah Telur Setelah 20 Tahun: Era Prabowo Naikkan Insentif Guru Honorer Jadi Rp400 Ribu



 JAKARTA, 28 Februari 2026 – Kabar gembira menyelimuti dunia pendidikan nasional. Pemerintah secara resmi mengumumkan kenaikan insentif bagi guru honorer yang selama 20 tahun terakhir tidak mengalami perubahan. Kebijakan ini merupakan langkah konkret Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan apresiasi lebih nyata bagi para tenaga pendidik non-ASN di seluruh Indonesia.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa sejak kebijakan insentif diberlakukan pada tahun 2005 hingga 2025, nilai tambah bagi guru honorer tidak pernah bergerak. Baru pada tahun 2026 ini, angka tersebut ditingkatkan menjadi Rp400.000.

“Insentif ini adalah bantuan tambahan dari pemerintah pusat di luar gaji yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. Setelah dua dekade, baru di zaman Presiden Prabowo nilai ini naik menjadi Rp400 ribu,” ujar Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/2).

Peningkatan Tunjangan dan Revolusi Penyaluran Selain kenaikan insentif honorer, pemerintah juga membawa kabar baik bagi guru non-ASN lainnya melalui peningkatan tunjangan:

  • Kenaikan Nominal: Tunjangan guru non-ASN yang sebelumnya Rp1,5 juta kini ditingkatkan menjadi Rp2 juta.

  • Penyaluran Langsung: Mengakhiri skema lama yang melalui pemerintah daerah (per tiga bulan), kini tunjangan ditransfer langsung ke rekening guru setiap bulan.

Langkah transfer langsung ini bertujuan untuk menciptakan sistem yang lebih cepat, transparan, dan meminimalisir keterlambatan yang selama ini sering dikeluhkan para guru di daerah.

Pendidikan Tetap Prioritas Utama Dalam keterangannya, Seskab Teddy juga membantah spekulasi yang menyebutkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menggerus anggaran sektor pendidikan. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa anggaran pendidikan justru ditambah dan difokuskan secara mendetail pada tiga pilar: siswa, fasilitas sekolah, dan kesejahteraan guru.

“Tidak ada program pendidikan yang dikurangi. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Kebijakan ini adalah bukti bahwa fokus pemerintah sangat detail dalam membenahi kualitas pendidikan nasional dari akarnya,” tegas Teddy.

Post a Comment

Previous Post Next Post