YOGYAKARTA — Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Muhadjir Effendy, mendorong Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) untuk kembali ke fitrahnya sebagai institusi riset tingkat lanjut (advance research). Hal tersebut disampaikan dalam acara penandatanganan perjanjian pendanaan riset antara Muhammadiyah dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (19/2/2026).
Muhadjir menekankan bahwa riset perguruan tinggi harus mampu memberikan solusi konkret bagi persoalan bangsa, khususnya dalam mencapai kedaulatan energi dan ketahanan pangan agar Indonesia tidak lagi bergantung pada produk impor.
Target Swasembada Energi: Dari B40 Menuju B80
Salah satu poin krusial yang disorot adalah pemanfaatan sumber daya alam lokal, khususnya kelapa sawit, sebagai bahan baku bahan bakar nabati. Muhadjir menantang para peneliti PTMA untuk melampaui capaian biodiesel B40 yang ada saat ini.
"Jika kita bisa sampai B80, insyaallah kita bisa mandiri betul di sektor energi, tidak lagi impor. Sawit ini bagian dari energi terbarukan yang harus menjadi perhatian betul perguruan tinggi Muhammadiyah," ujar Muhadjir.
Ia menambahkan bahwa peluang riset kini semakin terbuka lebar, terutama pada lahan-lahan sawit yang pengelolaannya telah diambil alih oleh negara, yang dapat dijadikan laboratorium pengembangan teknologi energi terbarukan.
Kolaborasi Dana Rispro Invitasi Berkemajuan
Melalui skema pooling fund kontribusi berimbang, Muhammadiyah dan LPDP mengucurkan total pendanaan sebesar Rp20 miliar (masing-masing Rp10 miliar) untuk mendukung 26 riset terpilih dari 13 kampus Muhammadiyah. Riset-riset ini dirancang untuk menghasilkan teknologi tepat guna dan produk hilirisasi di lima tema fokus, termasuk transisi energi serta rekayasa digital.
Ringkasan Skema Riset Berkemajuan Muhammadiyah-LPDP
| Aspek Riset | Detail Informasi |
| Total Pendanaan | Rp20 Miliar (Muhammadiyah & LPDP) |
| Jumlah Institusi | 13 Perguruan Tinggi Muhammadiyah |
| Fokus Utama | Transisi Energi, Ketahanan Pangan, Rekayasa Digital |
| Visi Strategis | Konversi Sawit Menuju Kemandirian Energi (Target B80) |
| Sifat Kolaborasi | Sinergi PTMA, PTN, dan Industri |
Membangun Ekosistem Industri Muhammadiyah
Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto, menyatakan bahwa riset ini didesain secara khusus untuk memperkuat ekosistem industri dan amal usaha di lingkungan Muhammadiyah. Namun, orientasi akhirnya tetap pada kemanfaatan industri nasional secara luas.
"Upayanya adalah kita ingin memastikan keluarannya itu berdampak di manfaat industri. Dari PTMA pun berkolaborasi dengan riset-riset yang ada di perguruan tinggi negeri (PTN)," pungkas Ayom.
Muhadjir Effendy menyatakan kesiapan Muhammadiyah untuk meningkatkan skala pendanaan riset hingga mencapai angka Rp100 miliar di masa depan jika LPDP bersedia memperluas kerja sama ini, demi mempercepat transformasi Indonesia menjadi negara yang berdaulat di bidang teknologi dan energi.
Post a Comment