Lampung Surplus 3.955 Ton Daging Sapi: Validasi Data ISIKHNAS Buktikan Stabilitas Pasokan dan Swasembada Protein

 



BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menegaskan bahwa ketahanan pangan sektor hewani di Bumi Ruwa Jurai berada dalam kondisi sangat aman. Berdasarkan kajian teknis komprehensif tahun 2025, Lampung mencatat surplus daging sapi dan kerbau sebesar 3.955 ton, sekaligus memosisikan diri sebagai penyangga pasokan ternak nasional.

Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan perbedaan metodologi data yang beredar di ruang publik, dengan menegaskan bahwa perhitungan Pemprov telah mencakup stok awal, arus masuk ternak antarwilayah, serta data impor secara faktual.

Akurasi Data dan Stabilitas Harga

Data Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (ISIKHNAS) mencatat sepanjang 2025, Lampung menerima pemasukan 162.911 ekor sapi dan kerbau. Meski menjadi sentra pengeluaran ternak terbesar ke luar daerah (298.642 ekor), stok untuk konsumsi lokal tetap terjaga.

Indikator Keberhasilan Sektor Peternakan 2025:

  • Populasi Tertinggi di Sumatera: Sapi potong mencapai 905.322 ekor dan Kambing 1,9 juta ekor.

  • Pengendalian Inflasi: Daging sapi mencatat deflasi 0,01% pada April dan Desember, membuktikan harga stabil saat Ramadhan dan Idul Fitri.

  • Kesehatan Hewan: Meraih peringkat ke-2 Nasional vaksinasi PMK (Realisasi 99,8% atau 379.791 dosis).

Keberpihakan pada Peternak Rakyat

Di tengah keterbatasan anggaran, Pemprov Lampung mengedepankan efisiensi dengan meniadakan kegiatan seremonial di hotel mewah dan mengalihkan dana langsung ke bantuan sarana produksi peternak.

“Sektor peternakan bukan sekadar angka, tetapi menyangkut stabilitas sosial. Kami memprioritaskan bantuan yang berdampak langsung, seperti ribuan ternak (kambing, ayam, itik) dan mesin tetas, guna memastikan peternak rakyat tetap produktif dan sejahtera,” tegas perwakilan Pemprov Lampung.

Inovasi Pakan dan Proyeksi 2026

Menghadapi tahun 2026, Lampung memperkuat sektor hulu melalui pengembangan pakan unggul Rumput Pakchong varietas Tansa yang telah mendapat legitimasi nasional melalui Kepmen Pertan tanggal 2 Januari 2026. Selain itu, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung terus diperkuat untuk melindungi peternak ayam dan telur dari fluktuasi harga pakan.

Capaian Kinerja Utama (IKU) 2025:

  • Pertumbuhan Produksi Ternak: Naik 5,85%

  • Produksi Olahan Peternakan: Naik 3%

Dengan capaian ini, Lampung optimistis tetap menjadi lokomotif swasembada protein hewani nasional yang kokoh secara sosial maupun ekonomi.

Post a Comment

Previous Post Next Post