Jalan Baru Rusak, Komisi III DPRD Pringsewu Sidak Dinas PUPR: Tekankan Seleksi Ketat Rekanan

 



PRINGSEWU – Komisi III DPRD Kabupaten Pringsewu melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah proyek infrastruktur yang bermasalah, Kamis (5/2/2026). Langkah tegas ini diambil menyusul adanya laporan kerusakan pada ruas jalan yang sebenarnya baru saja selesai dikerjakan pada akhir tahun lalu.

Ketua Komisi III DPRD Pringsewu, Lusi Ariyanti, didampingi anggota Eka Nurmayanti dan Rusmanto, serta Kabid Bina Marga Dinas PUPR Ade Suherna, meninjau langsung tiga titik krusial guna memastikan tanggung jawab penyedia jasa.

Evaluasi Kualitas Jalan dan Seleksi Rekanan

Dua titik jalan yang menjadi sorotan utama adalah akses menuju TPU Pekon Pandansari dan jalan menuju Pura Melasti Pekon Panggungrejo. Meski baru seumur jagung, kedua ruas ini sudah menunjukkan kerusakan signifikan.

Lusi Ariyanti menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi Dinas PUPR dalam menyeleksi mitra kontraktor.

“Kami berharap kualitas perbaikan benar-benar diperhatikan. Ke depan, pilihlah rekanan yang berkomitmen pada mutu agar pembangunan tidak cepat rusak dan anggaran daerah tidak terbuang sia-sia,” tegas Lusi.

Komitmen Perbaikan di Masa Pemeliharaan

Menanggapi temuan tersebut, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Pringsewu, Ade Suherna, menjelaskan bahwa kerusakan tersebut masih sepenuhnya menjadi tanggung jawab penyedia jasa karena masuk dalam Masa Pemeliharaan Pekerjaan Tahun 2025.

Kendala dan Solusi Teknis:

  • Kewajiban Rekanan: Dinas PUPR telah memerintahkan penyedia jasa untuk segera melakukan perbaikan sebelum proses serah terima akhir dilakukan.

  • Kendala Produksi: Perbaikan sedikit tertunda karena beberapa Asphalt Mixing Plant (AMP) belum mulai berproduksi di awal tahun.

  • Pengawasan Ketat: PUPR berjanji akan melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja rekanan sebagai syarat kelanjutan kerja sama di program berikutnya.

Kabar Baik: Pembangunan Jembatan Way Oyot

Selain mengevaluasi kerusakan, sidak ini juga membawa angin segar bagi warga Pekon Pandansari. Lusi menyampaikan bahwa Jembatan Way Oyot yang sebelumnya ambrol telah masuk dalam skema prioritas pembangunan tahun 2026.

“Insya Allah, tahun ini Jembatan Way Oyot segera dibangun kembali dengan alokasi anggaran sekitar Rp900 juta. Ini adalah bentuk respon kami terhadap aspirasi mendesak masyarakat,” tambah Lusi.

Di akhir sidak, Dinas PUPR mengajak masyarakat untuk turut menjaga infrastruktur yang ada, terutama dalam membatasi beban kendaraan agar umur pakai jalan dan jembatan dapat bertahan lebih lama.

Post a Comment

Previous Post Next Post