BANDAR LAMPUNG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan pabrik rokok HS di Kabupaten Lampung Timur. Proyek investasi yang diinisiasi oleh pengusaha asal Yogyakarta sekaligus putra daerah Lampung, HM Suryo, diproyeksikan menjadi motor baru penggerak ekonomi kerakyatan melalui penyerapan ribuan tenaga kerja.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Syukron Muchtar, menilai langkah ini sebagai bentuk kontribusi nyata para perantau sukses dalam membangun tanah kelahirannya (mulang tiyuh).
Prioritas Tenaga Kerja Putra Daerah
Pabrik yang rencananya akan berdiri di atas lahan seluas dua hektare ini diperkirakan mampu menyerap 2.000 hingga 3.000 tenaga kerja. Komisi V DPRD Lampung menegaskan agar penyerapan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat lokal guna menekan angka pengangguran di Lampung Timur.
“Upayakan tenaga kerja yang diserap adalah putra daerah. Kita tidak hanya ingin bangga pabriknya berdiri di Lampung, tetapi kita harus bangga karena masyarakat Lampung menjadi bagian inti di dalamnya dan merasakan manfaat ekonominya secara langsung,” ujar Syukron, Kamis (12/2/2026).
Kepatuhan Terhadap SOP dan Perizinan
Meski menyambut baik, Syukron mengingatkan pihak pengelola pabrik rokok HS untuk tetap mengedepankan kepatuhan hukum. Ia menekankan pentingnya memenuhi seluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) dan aspek perizinan agar tidak menimbulkan konflik di masa depan.
Poin-poin krusial yang harus diperhatikan pihak investor meliputi:
Legalitas Lahan: Memastikan lokasi pabrik tidak berada di wilayah sengketa atau rawan konflik sosial.
Perizinan Lingkungan: Memenuhi standar Amdal dan izin industri sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kesejahteraan Pekerja: Menjamin hak-hak normatif buruh jika pabrik telah beroperasi nantinya.
Inspirasi Bagi Investor Lokal
Hadirnya pabrik rokok HS diharapkan menjadi pemantik bagi para pengusaha sukses asal Lampung lainnya di perantauan untuk melirik potensi investasi di daerah asal. Dengan masuknya investasi industri pengolahan seperti ini, nilai tambah produk pertanian lokal (tembakau) dapat ditingkatkan dan sirkulasi ekonomi daerah akan semakin kuat.
Post a Comment