Cari Kepastian Penyebab Kematian, Jenazah Remaja Pulau Panggung Jalani Otopsi di RS Bhayangkara



TANGGAMUS – Pihak keluarga Ibnu Wafid Alfarobi (18), remaja yang ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi Pekon Gunung Megang, secara resmi meminta kepolisian untuk melakukan tindakan otopsi. Langkah ini diambil guna mengungkap penyebab pasti kematian korban setelah sempat dinyatakan hilang selama lebih dari sepekan.

Merespons permintaan tersebut, Polres Tanggamus melalui Polsek Pulau Panggung telah mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk pemeriksaan medis mendalam.

Proses Medis yang Objektif

Kapolsek Pulau Panggung, AKP Jumbadio, mengonfirmasi bahwa proses otopsi dilaksanakan pada Selasa (10/2/2026) dengan pengawalan ketat dari tim Inafis Polres Tanggamus. Tindakan ini merupakan prosedur standar guna memastikan secara medis apakah terdapat unsur kekerasan atau penyebab lain dalam kematian korban.

“Atas permintaan pihak keluarga, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara. Langkah ini kami lakukan secara objektif untuk mengetahui penyebab pasti kematian secara medis,” jelas AKP Jumbadio.

Kronologi Penemuan Jenazah

Penemuan jenazah Ibnu bermula dari laporan warga Pekon Gunung Megang yang mencium aroma tidak sedap dari aliran irigasi Sawah Lebar pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

  • Kondisi Temuan: Jenazah ditemukan di bawah rimbun pohon pisang dalam kondisi yang sudah mengalami dekomposisi (pembusukan).

  • Riwayat Kehilangan: Korban dilaporkan meninggalkan rumah sejak Selasa, 27 Januari 2026. Selama masa pencarian, keluarga bersama warga dan tim Basarnas telah berupaya menelusuri berbagai titik namun tidak membuahkan hasil hingga ditemukan secara tidak sengaja oleh warga.

Penyerahan Jenazah kepada Keluarga

Pihak kepolisian memastikan bahwa setelah seluruh rangkaian pemeriksaan medis dan pengambilan sampel selesai, jenazah akan segera diserahkan kembali kepada keluarga. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) pekon setempat sesuai dengan keinginan pihak keluarga.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban hingga hasil otopsi resmi dikeluarkan oleh tim kedokteran forensik RS Bhayangkara.

Post a Comment

Previous Post Next Post