Bukan Darurat, Dinas Kesehatan Bandar Lampung Tegaskan Temuan Kasus HIV Sebagai Bukti Keaktifan Pelacakan Lapangan

 


BANDAR LAMPUNG, 26 Februari 2026 – Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bandar Lampung menegaskan bahwa peningkatan angka temuan kasus HIV belakangan ini merupakan indikator keberhasilan pemerintah dalam membongkar fenomena "gunung es". Melalui strategi jemput bola, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk penapisan (screening) HIV di Kota Tapis Berseri kini telah melampaui target hingga 119 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, menjelaskan bahwa tingginya angka pelacakan justru mempercepat langkah mitigasi guna memutus mata rantai penularan di masyarakat.

"Jika capaian sudah di atas 100 persen, artinya mitigasi risiko sudah kita tangani. Ini adalah bukti keseriusan kita menuju target Eliminasi HIV 2030. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat pasien mendapatkan akses pengobatan," tegas Muhtadi.

Strategi Fast Track 95-95-95 Dalam upaya penanganan, Diskes menerapkan strategi global Fast Track 95-95-95. Strategi ini menargetkan 95% Orang Dengan HIV (ODHIV) terdiagnosis, 95% dari mereka mendapatkan terapi Antiretroviral (ARV), dan 95% di antaranya mencapai supresi virus atau kondisi di mana virus dalam tubuh tidak lagi mudah menular.

Saat ini, sebanyak 31 puskesmas di seluruh Bandar Lampung telah siap memberikan layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) secara komprehensif.

Sasaran Prioritas dan Triple Eliminasi Skrining difokuskan pada delapan kelompok indikator, termasuk ibu hamil, penderita TBC, warga binaan pemasyarakatan, hingga kelompok berisiko tinggi. Khusus untuk ibu hamil, Diskes mewajibkan program Triple Eliminasi (HIV, Sifilis, dan Hepatitis) secara gratis guna mencegah penularan dari ibu ke janin.

Edukasi dan Kerahasiaan Data Pemerintah Kota Bandar Lampung menjamin penuh kerahasiaan identitas pasien (by name by address). Masyarakat juga diimbau untuk tidak memberikan stigma negatif atau mempercayai hoaks terkait penularan HIV.

"HIV tidak menular melalui pelukan, sentuhan, alat makan, atau penggunaan toilet umum. Penularan hanya terjadi melalui kontak darah, hubungan seksual tidak aman, dan dari ibu ke anak," tambah pihak Diskes.

Kolaborasi lintas sektor bersama Dinas Pariwisata, Dinas Sosial, TNI-Polri, hingga komunitas seperti Indonesia AIDS Coalition (IAC) terus diperkuat untuk menjangkau lokus-lokus khusus di wilayah Bandar Lampung.

Post a Comment

Previous Post Next Post