BANDAR LAMPUNG, 28 Februari 2026 – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menyerahkan secara langsung bantuan pengobatan, bantuan korban bencana, serta santunan kematian kepada 15 warga Kota Bandar Lampung. Penyerahan bantuan ini dilangsungkan dengan khidmat di Ruang Rapat Wali Kota, Jumat (27/2).
Bantuan ini merupakan komitmen berkelanjutan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung untuk memberikan perlindungan sosial dan bantuan darurat bagi warga yang sedang menjalani pengobatan serius maupun yang terdampak bencana alam.
Dukungan Moril dan Material Dalam sambutannya, Wali Kota Eva Dwiana menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang dialami oleh para penerima manfaat. Beliau menekankan bahwa bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi medis masing-masing penerima untuk memastikan ketepatan sasaran.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga dan menjadi bentuk dukungan moril agar bapak dan ibu tetap semangat. Pemerintah selalu hadir untuk masyarakatnya,” ujar Wali Kota Eva Dwiana.
Apresiasi Khusus dan Fasilitas Umrah Ada momen menyentuh dalam acara tersebut, di mana Pemkot Bandar Lampung memberikan fasilitas ibadah umrah kepada salah satu keluarga penerima bantuan. Hal ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dan penghiburan spiritual atas ketabahan keluarga dalam menghadapi cobaan.
Mengingat kondisi cuaca di Bandar Lampung yang saat ini kurang bersahabat dan rawan bencana, Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan Pemerintah Kota agar dapat terus menjalankan tugas dan pelayanan dengan baik. Mari kita saling jaga, apalagi di tengah kondisi cuaca yang sedang tidak menentu seperti sekarang,” tambahnya.
Acara penyerahan ini diakhiri dengan doa bersama untuk kemajuan Kota Bandar Lampung dan kesembuhan bagi para warga yang sedang sakit. Penyerahan bantuan ini membuktikan bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah dan rasa empati pemimpin menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat perkotaan.
Post a Comment