BANDAR LAMPUNG, 28 Februari 2026 – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, secara resmi melepas purna bakti 42 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Acara yang berlangsung khidmat di Ruang Abung, Balai Keratun, Jumat (27/2), menjadi momen istimewa bagi Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Drs. Intizam, yang memasuki masa pensiun dengan pangkat tertinggi, Pembina Utama (IV/e).
Dalam sambutannya, Wagub Jihan menegaskan bahwa masa purna bakti bukanlah garis finis bagi seorang abdi negara, melainkan peralihan ke ruang pengabdian masyarakat yang lebih luas.
"Purna bakti bukanlah akhir, tetapi masa peralihan dari instansi formal kepada ruang pengabdian tanpa batas. Yang akan dikenang bukanlah jabatan, melainkan karya dan legasi yang memberi manfaat bagi masyarakat," tutur Wagub Jihan.
Legasi Inovasi dan Pengabdian Panjang Secara khusus, Wagub memberikan apresiasi kepada Drs. Intizam yang telah mengabdi selama 39 tahun 5 bulan sejak tahun 1986. Intizam dinilai sukses meninggalkan warisan berharga melalui Program P4, sebuah terobosan birokrasi yang mampu menyederhanakan layanan dan memudahkan masyarakat perkebunan di Lampung.
Kepala BKD Provinsi Lampung, Rendi Reswandi, melaporkan bahwa dari 42 ASN yang purna bakti periode Maret 2026, mayoritas merupakan golongan IV (34 orang) dan sisanya golongan III (8 orang). Sebagai bentuk penghargaan, seluruh pensiunan menerima tali asih sebesar Rp2.000.000 dan plakat penghargaan dari Korpri Provinsi Lampung.
Solidaritas Korpri dan Santunan Ahli Waris Selain pelepasan purna bakti, acara ini juga dibarengi dengan pemberian santunan bagi ahli waris ASN yang meninggal dunia sebagai wujud solidaritas korps. Sebanyak 7 ahli waris menerima santunan masing-masing Rp3.000.000, serta pemberian santunan bagi pasangan ASN yang wafat, yang seluruhnya disalurkan secara non-tunai.
Dalam kesempatan yang sama, PT Taspen (Persero) turut menyerahkan Tabungan Hari Tua dan Pensiun Pertama secara simbolis kepada Drs. Intizam.
Kilas Balik Pamong Praja Drs. Intizam dalam sambutan perpisahannya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjangnya yang dimulai dari lulusan APDN Tanjung Karang. Baginya, birokrasi adalah tempat belajar tentang integritas dan loyalitas.
"Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya. Saya memohon maaf jika ada kekhilafan selama bertugas, birokrasi adalah ruang pengabdian yang mendewasakan saya," ucap Intizam haru.
Acara ini ditutup dengan ramah tamah dan penyerahan cinderamata, mempertegas komitmen Pemprov Lampung dalam menghargai setiap tetes keringat para abdi negara yang telah purna tugas.
Post a Comment