BANDAR LAMPUNG — Universitas Lampung (Unila) terus mematangkan langkah menuju World Class University dengan memperkuat tata kelola administrasi internasional. Pada Kamis (12/2/2026), Unila menggelar workshop bertajuk “Kerja Sama Berdampak dan Pengurusan Izin Perjalanan Dinas Luar Negeri (PDLN)” yang diselenggarakan secara hybrid di Ruang Sidang Utama Lantai 2 serta melalui platform Zoom Meeting.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan persepsi seluruh pimpinan fakultas dan lembaga mengenai regulasi ketat dalam pelaksanaan mobilitas internasional bagi dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
Mendukung Capaian IKU 5 dan IKU 8
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan TIK Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., menegaskan bahwa perjalanan dinas luar negeri bukan sekadar mobilitas fisik, melainkan instrumen untuk mencapai target kerja sama yang berdampak.
Fokus utama workshop ini mencakup:
IKU 5: Hasil kerja dosen yang digunakan oleh masyarakat atau mendapat rekognisi internasional.
IKU 8: Program studi berstandar internasional melalui kemitraan luar negeri.
Akuntabilitas: Tertib administrasi sebagai pondasi keberlanjutan agenda internasionalisasi universitas.
Hadirkan Narasumber Strategis Lintas Kementerian
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, Unila menghadirkan pakar dari berbagai instansi berwenang, antara lain:
Kemensetneg RI: Menjelaskan prosedur teknis perizinan luar negeri (Biro KTLN).
Kemendiktisaintek: Memaparkan strategi kerja sama berdampak dan evaluasi kemitraan.
Kementerian Luar Negeri: Sosialisasi pengurusan paspor diplomatik, paspor dinas, serta exit permit.
Minimalisir Kendala Administratif
Melalui pembekalan ini, para pengelola kerja sama di tingkat fakultas dan program studi diharapkan dapat menyusun rencana kerja sama yang selaras dengan kebijakan nasional. Pemahaman terhadap regulasi PDLN dipandang krusial guna mencegah kendala administratif atau temuan hukum di kemudian hari, mengingat seluruh perjalanan dinas luar negeri menggunakan dana publik atau mengatasnamakan institusi negara.
Workshop ini menjadi bukti komitmen Unila dalam menjalankan agenda internasionalisasi secara tertib, sistematis, dan akuntabel demi meningkatkan daya saing universitas di level global.
Post a Comment