BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung bergerak cepat merealisasikan program unggulan Presiden RI, Prabowo Subianto, melalui percepatan pembangunan Gerai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Monitoring yang dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Senin (19/1/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengungkapkan bahwa meskipun progres di 15 kabupaten/kota telah mencapai hampir 40%, fokus utama saat ini adalah melakukan akselerasi di wilayah Ibu Kota Provinsi, Bandar Lampung.
Target Ambisius: Satu Kelurahan Satu Gerai
Pemprov Lampung menargetkan seluruh 126 kelurahan di Bandar Lampung memiliki Gerai Kopdes Merah Putih. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah melakukan pendataan aset secara masif.
“Awalnya hanya ada tiga titik aset di Bandar Lampung, namun hari ini sudah bertambah menjadi lebih dari 10 titik dan akan terus berkembang. Kami siap mengoptimalkan aset Pemprov, Pemkot, hingga instansi vertikal dan BUMN,” ujar Marindo Kurniawan.
Kriteria Lahan dan Pemanfaatan Fasilitas Publik
Lahan yang akan digunakan wajib memenuhi kriteria strategis guna memastikan efektivitas ekonomi, antara lain:
Luas lahan berkisar 600 hingga 1.000 meter persegi.
Berlokasi strategis dan mudah diakses masyarakat luas.
Tidak mengganggu pelayanan publik atau proses belajar mengajar (untuk lahan di area sekolah).
Marindo menambahkan, lahan kosong di sekitar perkantoran pemerintah, kawasan PKOR, hingga area SMA dan SMK dapat dimanfaatkan melalui skema yang sah seperti hibah atau sewa, tanpa mekanisme tukar guling.
Sinergi TNI dan Pemda Atasi Kendala Lahan
Hingga saat ini, capaian rata-rata pembangunan di Lampung berada di angka 35,8%. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan lahan di wilayah perdesaan yang sulit dijangkau. Oleh karena itu, Gubernur menginstruksikan koordinasi ketat antara Pemerintah Kota Bandar Lampung dengan pihak Kodam dan Kodim untuk pemetaan aset yang lebih akurat.
Mendorong Kesejahteraan dari Desa
Program Kopdes Merah Putih dirancang dengan konsep ekonomi bottom-up. Kehadiran gerai ini diharapkan menjadi motor penggerak agar aktivitas ekonomi tidak hanya berpusat di kota, tetapi tumbuh dan berputar di tingkat desa serta kelurahan.
“Ini adalah upaya pemerintah pusat untuk mendorong kesejahteraan masyarakat secara langsung. Dengan adanya koperasi ini, perputaran ekonomi lokal akan semakin kuat dan mandiri,” pungkas Sekda Marindo.
Post a Comment