Warga Gedong Tataan Keluhkan Pembangunan RS Urip Sumoharjo: Picu Banjir dan Kemacetan Parah di Jalur Lintas Barat



PESAWARAN, LAMPUNG – Proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Urip Sumoharjo di Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, kini berada dalam sorotan tajam. Pembangunan fasilitas kesehatan berskala besar yang berdiri di atas lahan eks-persawahan tersebut diduga mengabaikan Standar Operasional Prosedur (SOP) drainase, sehingga mengakibatkan banjir di permukiman warga dan kemacetan parah di Jalur Lintas Barat Sumatera.

Warga sekitar melaporkan bahwa hilangnya area resapan sawah yang kini tertutup bangunan tidak dibarengi dengan sistem pengelolaan air yang memadai. Setiap hujan turun, air meluap langsung ke rumah-rumah penduduk.

Pengabaian Drainase dan Dampak Lingkungan Keresahan warga dipicu oleh perubahan aliran sungai kecil di kawasan rumah sakit. Saluran air yang semula alami diduga dialihkan dan diperkecil kapasitasnya, sehingga tidak mampu menampung debit air hujan.

"Sejak pembangunan dimulai, air yang sebelumnya terserap sawah kini meluap ke rumah kami. Pengembang seakan meremehkan masalah ini, mungkin merasa karena perusahaan besar jadi bisa semena-mena," ungkap salah seorang warga setempat, Kamis (15/1/2026).

Ancaman Sanksi Pidana Lingkungan Dugaan kelalaian pengembang ini berpotensi menyeret proyek tersebut ke ranah hukum. Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, setiap kegiatan usaha yang terbukti menimbulkan kerusakan lingkungan dan kerugian masyarakat dapat dikenakan sanksi pidana dan denda.

Selain itu, ketidaksesuaian pembangunan dengan tata ruang wilayah juga dapat dijerat dengan UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Warga mendesak pemerintah daerah melakukan audit terhadap izin lingkungan dan Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) proyek tersebut.

Sorotan Keselamatan Kerja dan Kemacetan Selain masalah lingkungan, aktivitas proyek di jalur utama Lintas Barat Sumatera telah memperparah kemacetan yang meresahkan pengguna jalan. Warga juga mencibir sikap tertutup pihak pengembang terkait isu keselamatan kerja.

"Kami mendengar ada pekerja yang pernah jatuh. Keselamatan kerjanya patut dipertanyakan. Mereka sangat tertutup dan terkesan merasa hebat sendiri," pungkas warga lain.

Upaya Konfirmasi Hingga berita ini diturunkan, pihak pengembang melalui perwakilannya, Daljono, belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut. Saat tim media mencoba melakukan konfirmasi di lokasi proyek, yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat.

Masyarakat Gedong Tataan menuntut tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran agar pembangunan RS Urip Sumoharjo tidak mengorbankan keselamatan dan kenyamanan warga demi kepentingan bisnis semata. 

Post a Comment

Previous Post Next Post