WAY LIMA, PESAWARAN – Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar di Pondok Pesantren Al Wujudi, Dusun Cerita Dagang, Desa Way Harong, Kecamatan Way Lima, Sabtu (24/1/2026).
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh sekitar 1.000 jemaah yang memadati area pesantren. Kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran komedian nasional Ginanjar (Grup Lima Sekawan) serta siraman rohani yang disampaikan oleh Ustaz Dadang Mubarok.
Esensi Isra Mi’raj: Penguatan Iman dan Ibadah
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Antonius menekankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj adalah pengingat bagi setiap muslim akan kekuasaan Allah SWT yang melampaui nalar manusia. Ia mengajak jemaah untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana evaluasi kualitas ibadah, terutama salat lima waktu.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT. Salat adalah tiang agama dan inti dari peristiwa besar ini. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat keimanan serta keyakinan kita kepada Sang Pencipta,” ujar Antonius.
Sinergi dan Doa untuk Pembangunan Pesawaran
Di hadapan tokoh agama dan masyarakat Way Lima, Wakil Bupati juga menitipkan permohonan doa bagi keberlangsungan kepemimpinan di Kabupaten Pesawaran. Ia berharap kepemimpinannya bersama Bupati Nanda Indira dapat berjalan selaras dengan aspirasi rakyat.
“Saya memohon doa tulus dari para jemaah sekalian agar kami senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalankan amanah memimpin Kabupaten Pesawaran selama lima tahun ke depan. Sinergi antara pemerintah dan para kiai serta santri sangatlah krusial bagi kemajuan daerah,” tambahnya.
Hiburan Edukatif dan Tausiyah
Kehadiran Ginanjar memberikan warna tersendiri dengan selingan komedi yang sarat pesan moral, sementara Ustaz Dadang Mubarok dalam tausiyahnya memperdalam makna spiritual di balik perjalanan malam Rasulullah SAW.
Kegiatan ini diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Pesawaran, tokoh agama, dan masyarakat luas, sekaligus memupuk persatuan umat di Bumi Andan Jejama.
Post a Comment