Sinergi TNI-Polri Tanggamus Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Sungai Way Napal: "Jangan Cemari Sumber Air Warga"



TANGGAMUS – Jajaran Polres Tanggamus bersama unsur TNI mengambil langkah tegas dan persuasif untuk melindungi kelestarian lingkungan di wilayah Kecamatan Kelumbayan Barat. Personel gabungan memberikan imbauan keras kepada warga agar menghentikan aktivitas penambangan emas ilegal secara manual di sepanjang aliran Sungai Way Napal, Senin (12/1/2026).

Kegiatan yang berpusat di Dusun Sukajaya, Pekon Sidoharjo ini dipimpin langsung oleh Kapolsubsektor Kelumbayan bersama personel Polsek Limau dan Danpos Ramil setempat.

Dampak Lingkungan yang Mengancam Warga

Petugas di lapangan memberikan pemahaman secara humanis kepada masyarakat mengenai bahaya jangka panjang dari pertambangan tanpa izin (PETI). Aktivitas manual tersebut dinilai merusak ekosistem sungai karena memicu percepatan pendangkalan serta membuat air sungai menjadi keruh dan tercemar.

Kondisi ini berisiko langsung pada hilangnya akses masyarakat luas terhadap air bersih yang selama ini bersumber dari aliran sungai tersebut.

Langkah Preventif dan Edukasi Hukum

Kasi Humas Polres Tanggamus, Iptu Primadona Laila, S.H., mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana dan perlindungan sumber daya alam.

"Aktivitas penambangan emas di aliran sungai sangat berisiko merusak ekosistem. Kami mengimbau warga untuk patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain merusak alam, kegiatan ini juga membahayakan keselamatan para penambang itu sendiri," ujar Iptu Primadona, Rabu (14/1/2026).

Komitmen Pengawasan Berkelanjutan

Polres Tanggamus memastikan akan terus bersinergi dengan TNI dan Pemerintah Daerah untuk memantau titik-titik rawan penambangan ilegal di wilayah hukum Tanggamus. Pendekatan persuasif tetap dikedepankan, namun penegakan hukum akan menjadi pilihan terakhir jika imbauan tidak diindahkan.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama demi masa depan anak cucu. Sinergi TNI-Polri akan terus hadir untuk memberikan edukasi sekaligus memastikan tidak ada aktivitas yang merugikan publik,” tandasnya.

Melalui sosialisasi langsung ini, diharapkan para penambang dapat beralih ke sektor mata pencaharian yang lebih aman dan legal, sehingga keasrian alam di Bumi Begawi Jejama tetap terjaga.

Post a Comment

Previous Post Next Post