
PRINGSEWU, 9 Januari 2026 – Mengakhiri rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Lampung, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan strategis ke Kabupaten Pringsewu pada Rabu (7/1). Tidak sendiri, Gubernur Jateng didampingi oleh Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wabup Temanggung drg. Nadia Muna, dan Wabup Purbalingga Dimas Prasetyahani.
Kehadiran rombongan besar dari Jawa Tengah ini disambut langsung oleh Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas dan Wakil Bupati Umi Laila di Graha Pamungkas, Kelurahan Pringsewu Selatan.
Ikatan Kultural sebagai Modal Pembangunan
Kunjungan ini terasa istimewa karena Pringsewu dikenal sebagai wilayah dengan populasi masyarakat bersuku Jawa yang sangat dominan. Gubernur Ahmad Luthfi memuji bagaimana nilai-nilai keharmonisan tetap terjaga meski berada di tanah perantauan.
Apresiasi Gubernur Jateng: Beliau menilai masyarakat Jawa di Pringsewu memiliki daya saing tinggi namun tetap menjunjung nilai kekeluargaan dan sosial yang kuat.
Filosofi Adaptasi: Bupati Riyanto Pamungkas menegaskan bahwa masyarakat Jawa di Pringsewu memegang prinsip "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung", yang membuat mereka menjadi kontributor aktif bagi kemajuan daerah.
Peninjauan Sektor Riil: Kopi dan Pariwisata
Selain pertemuan formal, rombongan delegasi Jawa Tengah bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wagub Jihan Nurlela melakukan peninjauan lapangan untuk melihat potensi UMKM dan industri kreatif di Pringsewu:
Industri Pengolahan Kopi: Meninjau pabrik kopi PT Citra Putera Utama. Gubernur Jateng melihat langsung proses produksi kopi bubuk merek Klangenan yang telah menjadi produk unggulan lokal.
Destinasi Wisata: Mengunjungi Wisata Berkuda Princhsto, sebuah destinasi rekreasi keluarga yang menjadi salah satu ikon pariwisata modern di Kabupaten Pringsewu.
Sinergi Ekonomi Lintas Provinsi
Kunjungan ini merupakan implementasi nyata dari kesepakatan kerja sama senilai Rp833 Miliar yang telah ditandatangani sebelumnya antara Pemprov Lampung dan Pemprov Jateng. Pringsewu, dengan karakteristik masyarakat dan potensi ekonominya, diproyeksikan menjadi salah satu titik temu distribusi produk dan pertukaran teknologi pengolahan hasil pertanian.
“Keharmonisan itu sangat penting dan tetap harus dijaga, terutama di tengah-tengah masyarakat yang sangat beragam,” tutup Ahmad Luthfi mengakhiri kunjungannya.
Analisis Konteks: Kehadiran Bupati Tegal, Wabup Temanggung, dan Wabup Purbalingga menunjukkan adanya ketertarikan spesifik pada sektor UMKM dan industri pengolahan (kopi). Sebagai daerah yang juga penghasil komoditas serupa, kerja sama ini berpotensi membuka jalur distribusi langsung antara petani kopi di Lampung dengan industri hilir atau pasar di Jawa Tengah.
Post a Comment