Bandar Lampung Dikepung Banjir: Ratusan Kendaraan Mogok dan Pegawai Tertahan di Kantor hingga Malam Hari



BANDAR LAMPUNG, 9 Januari 2026 – Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Bandar Lampung sejak Kamis (8/1) sore kembali mengakibatkan banjir hebat di sejumlah wilayah. Genangan air yang mencapai ketinggian 50 sentimeter tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga melumpuhkan akses transportasi utama, menyebabkan puluhan kendaraan mogok dan memaksa banyak pegawai perkantoran tertahan di tempat kerja.


Titik Banjir Terparah dan Kelurahan Terdampak

Berdasarkan pantauan lapangan hingga Kamis malam, wilayah Kecamatan Sukarame dan Sukabumi menjadi area dengan dampak paling signifikan:

  • Kecamatan Sukarame: Jalan Nusa Indah, Jalan Mangga, dan Jalan Pembangunan di Kelurahan Waydadi terendam cukup dalam. Akses di belakang Kampus UIN Raden Intan (Jalan Pulau Singkep) dilaporkan lumpuh total.

  • Kecamatan Sukabumi: Genangan tinggi terpantau di Jalan P. Tirtayasa.

  • Jalur Protokol: Perlambatan arus lalu lintas parah terjadi di Jalan P. Antasari dan Jalan Cut Nyak Dien.

Dampak bagi Pengguna Jalan dan Pekerja

Intensitas hujan yang bertepatan dengan jam pulang kantor menyebabkan situasi kacau di jalan raya.

  1. Kendaraan Mogok: Puluhan sepeda motor dan beberapa mobil mengalami mati mesin (water hammer) setelah nekat menerobos genangan air di kawasan Waydadi.

  2. Pegawai Tertahan: Akibat akses jalan menuju permukiman terputus, banyak pegawai di pusat kota memilih tidak pulang dan tertahan di kantor hingga pukul 21.00 WIB sembari menunggu air surut.

  3. Lumpuhnya Akses Mahasiswa: Kawasan sekitar UIN Raden Intan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua, menghambat aktivitas akademik malam hari.

Keluhan Warga: Drainase Buruk Jadi Biang Keladi

Warga menilai banjir ini bukan sekadar fenomena alam, melainkan akibat kegagalan sistem pembuangan air kota yang sudah tidak memadai.

“Saluran air kecil, banyak yang dangkal dan tersumbat. Jadi air cepat meluap ke jalan. Kalau hujan agak deras saja, air langsung naik,” ujar Rudi, warga Waydadi.

Mendesak Realisasi Anggaran Perbaikan

Kejadian ini semakin memperkuat urgensi pengalokasian anggaran drainase Rp25 Miliar yang baru saja dibahas DPRD Kota Bandar Lampung. Masyarakat mendesak agar normalisasi drainase segera dilakukan, mengingat kerugian ekonomi akibat kerusakan kendaraan dan hambatan aktivitas warga terus berulang setiap musim hujan.

Hingga berita ini diturunkan, genangan di beberapa titik seperti Jalan Pulau Singkep dilaporkan mulai menyusut secara perlahan seiring meredanya intensitas hujan.


Analisis Konteks: Banjir di kawasan pendidikan (UIN Raden Intan) dan sentra ekonomi (Antasari) menunjukkan bahwa sistem drainase eksisting sudah mencapai batas kapasitas maksimal. Perbaikan drainase di tahun 2026 harus difokuskan pada pelebaran dimensi gorong-gorong di titik-titik cekungan Sukarame agar arus air tidak "mengantre" di badan jalan.

Post a Comment

Previous Post Next Post