BANDAR LAMPUNG – Provinsi Lampung bersiap menjadi pionir transportasi ramah lingkungan di Pulau Sumatera. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengumumkan percepatan pembentukan ekosistem kendaraan listrik yang akan ditandai dengan hadirnya layanan taksi online berbasis listrik di wilayah Bandar Lampung dan sekitarnya pada tahun 2026.
Langkah strategis ini diambil untuk menekan polusi udara di kawasan aglomerasi transportasi yang tinggi sekaligus mengimplementasikan visi energi hijau di Bumi Ruwa Jurai.
Menutup Celah Kebutuhan Transportasi Daerah
Gubernur Mirza mengungkapkan bahwa kebutuhan transportasi taksi di Lampung saat ini mencapai 4.000 unit, namun armada yang tersedia baru sekitar 2.000 unit dan seluruhnya masih menggunakan kendaraan konvensional (BBM).
“Kita ingin mengurangi tingkat polusi dan menjaga lingkungan tetap asri. Karena itu, investor taksi listrik kita hadirkan. Kami mendorong agar transportasi taksi beralih ke kendaraan listrik sehingga energi hijau benar-benar terimplementasi di Lampung,” tegas Gubernur Mirza usai rapat percepatan ekosistem kendaraan listrik, Selasa (13/1/2026).
Lampung Jadi Kota Pertama di Sumatera
Direktur Green SM Indonesia, Denny, menyatakan bahwa Lampung terpilih sebagai kota keempat secara nasional dan menjadi kota pertama di Pulau Sumatera yang akan mengoperasikan layanan Green SM.
Target Operasional: Direncanakan mulai berjalan pada bulan Ramadan 2026.
Keunggulan Tarif: Argo dipastikan lebih kompetitif dan murah dibandingkan transportasi konvensional, disesuaikan dengan kondisi ekonomi daerah.
Fasilitas Pendukung: Pemerintah Provinsi bersama PLN dan pihak swasta akan memperbanyak pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di titik-titik strategis.
Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal dan Inklusivitas
Selain aspek lingkungan, kehadiran taksi listrik ini membawa dampak ekonomi signifikan bagi warga lokal. Green SM berkomitmen memprioritaskan pengemudi asal Lampung dengan kebijakan inklusif:
Keterwakilan Perempuan: Minimal 30 persen dari total pengemudi.
Estimasi Penghasilan: Berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, dan berpotensi mencapai Rp11–12 juta bagi pengemudi dengan performa aktif.
“Saat ini kami sedang dalam tahap riset dan finalisasi legalitas. Kami optimis kehadiran layanan ini akan memberikan standar baru kenyamanan bertransportasi bagi masyarakat Lampung,” pungkas Denny.
Kehadiran taksi listrik ini diharapkan menjadi pemicu percepatan penggunaan kendaraan listrik pribadi di masyarakat, sekaligus memperkuat citra Lampung sebagai provinsi yang progresif dalam pembangunan berkelanjutan.
Post a Comment