Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo Terpukau Siswa Mampu Berpidato dalam Empat Bahasa



BANJARBARU, 14 Januari 2026 – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian siswa Sekolah Rakyat saat meresmikan 166 unit sekolah tersebut secara serentak di 34 provinsi. Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRI) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1), Presiden mengaku terkesan dengan penguasaan literasi dan bahasa para siswa.

Meski program ini baru berjalan efektif selama enam bulan, para siswa telah menunjukkan kemampuan luar biasa, salah satunya melalui orasi dalam empat bahasa yang dibawakan dengan lancar di hadapan Presiden dan tamu undangan.


Prestasi Bahasa dan Olimpiade

Presiden Prabowo menyoroti kualitas bahasa Inggris para siswa yang dinilai setara dengan standar internasional, meskipun mereka tidak mengenyam pendidikan di luar negeri.

  • Multilingual: Siswa mampu menguasai empat bahasa (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan dua bahasa asing lainnya/daerah) sebagai bagian dari kurikulum baru.

  • Sains & Matematika: Dalam waktu singkat, Sekolah Rakyat telah melahirkan juara olimpiade matematika, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Saya benar-benar terkesan. Anak-anak ini mampu berpidato dalam beberapa bahasa dengan sangat baik. Ini luar biasa,” ujar Presiden Prabowo saat acara di Banjarbaru.

Wacana Beasiswa Luar Negeri

Melihat potensi besar tersebut, Presiden mewacanakan pemberian kesempatan studi ke luar negeri bagi siswa-siswa berprestasi dari Sekolah Rakyat. Langkah ini diambil untuk memastikan talenta terbaik bangsa mendapatkan paparan global guna mendukung kemajuan Indonesia di masa depan.

Implementasi Terintegrasi

Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep terintegrasi (SRI), di mana fasilitas asrama, laboratorium, dan sarana olahraga tersedia dalam satu kawasan. Model ini memungkinkan pemantauan intensif terhadap tumbuh kembang dan bakat siswa, seperti yang terlihat pada hasil evaluasi enam bulan pertama ini.


Analisis Konteks & Hubungan Regional:

Prestasi siswa di Kalimantan Selatan ini menjadi standar tinggi bagi pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Lampung (Jati Agung, Kalianda, dan Sukadana) yang baru saja melakukan ground breaking dengan anggaran Rp670 Miliar. Keberhasilan di Banjarbaru membuktikan bahwa investasi besar pada infrastruktur pendidikan yang dibarengi dengan kurikulum bahasa dan sains yang ketat dapat menghasilkan dampak nyata dalam waktu singkat.

Selain itu, penguasaan empat bahasa oleh siswa ini selaras dengan semangat pelestarian budaya dalam kebijakan "Kamis Beradat" yang baru diluncurkan oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, di mana bahasa daerah menjadi salah satu identitas yang diperkuat bersama bahasa internasional.

Post a Comment

Previous Post Next Post