BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung secara resmi menyiapkan tiga titik lahan sebagai lokasi pembangunan gerai permanen Koperasi Merah Putih (KMP). Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung atas Instruksi Presiden guna mewujudkan ketahanan pangan melalui jaringan koperasi yang memiliki aset gedung mandiri.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandar Lampung, Riana Apriana, mengungkapkan bahwa Wali Kota Eva Dwiana telah menetapkan lokasi prioritas tahap awal pembangunan gerai permanen tersebut.
Tiga Titik Lokasi Strategis
Pemilihan lokasi didasarkan pada kepadatan penduduk dan aksesibilitas pusat aktivitas ekonomi. Tiga wilayah yang disiapkan meliputi:
Kecamatan Rajabasa
Kecamatan Langkapura
Kecamatan Sukarame
"Sesuai Instruksi Presiden, setiap KMP wajib memiliki gedung sendiri. Wali Kota sudah menyiapkan tiga lokasi tersebut. Target jangka panjang kami adalah mendorong realisasi gerai permanen di seluruh 126 kelurahan di Bandar Lampung secara bertahap," ujar Riana Apriana, Rabu (28/1/2026).
Kriteria Ketat Pemilihan Lahan
Pemerintah Kota menetapkan kriteria khusus untuk memastikan gerai permanen ini representatif dan fungsional, di antaranya:
Luas Minimal: 1.000 meter persegi.
Kondisi Fisik: Tanah stabil (bukan urukan atau berkontur miring) dan siap bangun.
Lokasi: Berada di pusat kota atau pusat aktivitas perhubungan.
Legalitas: Memiliki kepastian hak hukum atau bersertifikat.
Tantangan Lahan Perkotaan
Riana mengakui bahwa keterbatasan lahan di kawasan perkotaan menjadi tantangan utama. Hingga saat ini, dari 126 unit KMP yang ada di Bandar Lampung, baru 61 unit yang sudah memiliki gerai usaha, meskipun mayoritas masih bersifat sederhana (menyewa tempat atau memanfaatkan rumah pribadi).
"Kendala utama memang keterbatasan lahan di tengah kota. Namun, kami terus berupaya agar gerai yang saat ini masih sederhana—yang menjual sembako, LPG, dan air minum—bisa segera bertransformasi memiliki gedung permanen sendiri untuk melayani masyarakat lebih optimal," tambahnya.
Pembangunan gerai permanen KMP ini diharapkan menjadi tonggak penguatan ekonomi lingkungan, di mana koperasi mampu menjadi penyangga utama kebutuhan pokok warga di setiap kelurahan dengan harga yang kompetitif.
Post a Comment