Natal Oikumene Lampung 2025: Wagub Jihan Nurlela dan Uskup Vinsensius Serukan 'Tobat Ekologis' serta Penguatan Ketahanan Keluarga



BANDAR LAMPUNG, 11 Januari 2026 – Sekitar 2.000 umat Kristiani dari berbagai aras gereja memadati Gedung Graha Wangsa pada Jumat (9/1) untuk merayakan Natal Oikumene Provinsi Lampung Tahun 2025. Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi panggung bagi pesan-pesan kemanusiaan yang mendalam, mulai dari penguatan fondasi keluarga hingga seruan aksi nyata menjaga lingkungan hidup.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dalam sambutannya menekankan bahwa tema Natal tahun ini, "Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga", merupakan pengingat bahwa keluarga adalah benteng pertama dalam menghadapi krisis global, mulai dari isu ekonomi hingga perubahan iklim.


Keluarga sebagai Fondasi Utama

Wagub Jihan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan ketahanan keluarga sebagai prioritas pembangunan.

"Keluarga adalah pondasi utama dan pertama. Entitas terkecil inilah yang menyelamatkan kita dari tantangan sosial yang semakin kompleks. Pemprov berkomitmen mendukung program penguatan keluarga sebagai basis moral masyarakat," ujar Jihan.

Hal senada disampaikan oleh Uskup Keuskupan Tanjung Karang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo. Beliau memperingatkan bahwa tanpa perhatian pada keluarga, masa depan bangsa terancam.

  • Perlindungan Anak: Anak-anak harus menjadi fokus utama karena mereka pihak paling rentan terhadap dampak negatif globalisasi.

  • Nilai Luhur: Gotong royong dan persatuan harus ditanamkan sejak dini di lingkup keluarga agar generasi muda tidak kehilangan jati diri bangsa.

Seruan 'Tobat Ekologis' dan Kelestarian Alam

Salah satu poin krusial dalam perayaan ini adalah isu lingkungan. Wagub Jihan mengajak jemaat melakukan "tobat ekologis" dengan menyadari bahwa bumi hanyalah pinjaman dari generasi masa depan.

  • Pesan Lingkungan: Manusia adalah penjaga, bukan pemilik bumi.

  • Potensi Lokal: Uskup Vinsensius menyambungkan pesan Natal dengan Arah Dasar Keuskupan yakni "Cinta Kehidupan dan Lingkungan Hidup", khususnya dalam merawat kekayaan bahari dan pertanian Lampung.

Solidaritas Lintas Iman: Aksi Nyata untuk Sumatra

Pemerintah Provinsi Lampung memberikan apresiasi tinggi atas solidaritas umat Kristiani yang telah menyalurkan bantuan bagi korban bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera (Aceh, Sumut, dan Sumbar) baru-baru ini. Aksi ini dinilai sebagai manifestasi nyata dari nilai kasih yang melampaui sekat-sekat dogmatis.

"Ketika berbicara untuk kemajuan daerah, kita tidak lagi berjalan atas nama Katolik, Muslim, Protestan, atau Hindu, tetapi kita memiliki satu nama yang sama, yaitu Masyarakat Provinsi Lampung," tegas Mgr. Vinsensius dalam pesan penutupnya.


Analisis Konteks: Natal Oikumene 2025 di Lampung berhasil mentransformasi ritual keagamaan menjadi gerakan sosial yang relevan. Seruan "Tobat Ekologis" selaras dengan kondisi cuaca ekstrem (banjir) yang baru saja melanda wilayah Sumatra dan Bandar Lampung pekan ini. Sinergi antara pemerintah dan institusi gereja dalam isu lingkungan diharapkan mampu mendorong kebijakan publik yang lebih hijau di tahun 2026.

Post a Comment

Previous Post Next Post