Lestarikan Jati Diri Bumi Ruwa Jurai, Pemprov Lampung Resmi Berlakukan "Hari Kamis Beradat"

 



BANDAR LAMPUNG, 15 Januari 2026 – Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah konkret dalam menjaga kelestarian warisan leluhur melalui peluncuran program Hari Kamis Beradat. Kebijakan yang tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Lampung Nomor 4 Tahun 2025 ini mewajibkan penggunaan bahasa daerah Lampung dan pemakaian batik khas Lampung setiap hari Kamis di seluruh instansi pemerintahan dan institusi pendidikan.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan upaya strategis untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal di tengah derasnya arus modernisasi.


Pilar Penguatan Identitas Budaya

Sekdaprov Marindo menjelaskan bahwa "Hari Kamis Beradat" memiliki landasan visi yang kuat, baik di tingkat daerah maupun nasional:

  • Visi Nasional: Sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

  • Visi Daerah: Mendukung Tiga Cita Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung yang menempatkan kebudayaan sebagai pilar utama pembangunan.

  • Target Sasaran: Seluruh aparatur sipil negara (ASN), pegawai instansi vertikal, tenaga pendidik, hingga mahasiswa dan pelajar di seluruh Provinsi Lampung.

Budaya sebagai Praktik Keseharian

Program ini dirancang bukan sekadar sebagai aturan formalitas berpakaian, melainkan sebagai ruang pembelajaran inklusif. Masyarakat diajak untuk kembali membiasakan komunikasi menggunakan bahasa Lampung dan bangga mengenakan wastra (kain tradisional) daerah.

“Budaya adalah identitas yang menyatukan kita. Kita ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali mengenal, mencintai, dan menghidupkan simbol budaya daerah dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Marindo Kurniawan, Rabu (14/1).

Sinergi Lintas Sektor

Instruksi Gubernur ini telah didistribusikan kepada para Bupati/Wali Kota, kepala perangkat daerah, hingga pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta. Pemerintah Provinsi optimistis bahwa partisipasi aktif dari dunia pendidikan akan mempercepat internalisasi nilai budaya pada generasi Z dan Alpha di Lampung.

Marindo menutup arahannya dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan setiap hari Kamis sebagai momentum memperkuat rasa bangga terhadap identitas Lampung, sehingga budaya lokal tetap eksis dan berkelanjutan di masa depan.


Analisis Singkat: Relevansi dengan Program Pendidikan

Inisiatif "Hari Kamis Beradat" ini sangat selaras dengan pengembangan Sekolah Rakyat yang tengah digalakkan Pemerintah Provinsi Lampung. Dengan adanya aturan ini, sekolah-sekolah rakyat tersebut tidak hanya menjadi pusat keunggulan sains dan bahasa internasional (sebagaimana dipuji Presiden Prabowo di Kalsel), tetapi juga menjadi benteng pelestarian karakter dan bahasa daerah bagi anak-anak di pedesaan Lampung.

Post a Comment

Previous Post Next Post