BANDAR LAMPUNG – Provinsi Lampung kembali menorehkan prestasi dalam menjaga stabilitas ekonomi makro. Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Lampung berhasil menempati peringkat kedua sebagai daerah dengan angka inflasi terendah secara nasional, yakni sebesar 1,25 persen. Capaian ini berada tepat di bawah Sulawesi Utara (1,23 persen) dan jauh di bawah rata-rata inflasi nasional sebesar 2,92 persen.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, secara virtual pada Selasa (27/1/2026).
Peringatan "Ambang Batas Psikologis" dari Mendagri
Menteri Dalam Negeri mengingatkan seluruh kepala daerah bahwa meskipun inflasi nasional saat ini (2,92 persen) masih di bawah target maksimal 3,5 persen, angka ini sudah mendekati ambang batas psikologis 3 persen.
"Inflasi berbanding lurus dengan stabilitas politik dan keamanan. Jika melewati 3,5 persen, masyarakat kelas bawah akan sangat terdampak. Ini adalah warning bagi kita semua untuk menjaga kelancaran pasokan dan distribusi," tegas Mendagri Tito Karnavian.
Mendagri juga menyoroti fenomena global kenaikan harga emas yang hampir menyentuh Rp3 juta per gram, yang turut menyumbang kenaikan inflasi pada kelompok perawatan pribadi.
Kondisi Lampung: Stok Aman, Harga Terkendali
Mewakili Pemerintah Provinsi Lampung, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekubang, Bani Ispriyanto, memastikan bahwa daya beli masyarakat di Bumi Ruwa Jurai masih terjaga. Meskipun inflasi nasional merangkak naik, Lampung tetap konsisten menahan laju harga barang dan jasa.
Beberapa poin kunci kondisi pangan di Lampung meliputi:
Komoditas Diwaspadai: Cabai, bawang merah, telur, dan daging ayam tetap menjadi perhatian utama pengawasan pasar.
Harga Telur Ayam: Fluktuasi harga di pasar (kisaran Rp25.000 - Rp30.000/kg) dinilai masih wajar karena belum melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Faktor Distribusi: Perbedaan harga antar-wilayah di Lampung mayoritas disebabkan oleh faktor jarak dan biaya transportasi pedagang eceran.
Misteri Harga Jagung di Tengah Panen Raya
Pemprov Lampung juga memberikan perhatian khusus pada sektor pakan ternak. Meski stok aman, ditemukan anomali di mana harga jagung di tingkat distributor masih relatif tinggi padahal Lampung sedang memasuki masa panen raya.
"Pakan ternak relatif tidak ada masalah, namun harga jagung di tingkat distributor agak tinggi. Ini yang sedang kita cari penyebabnya agar tidak berdampak pada kenaikan harga komoditas hewani ke depan," ujar Bani Ispriyanto.
Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan rantai distribusi pangan tetap lancar, sehingga Lampung dapat mempertahankan posisinya sebagai daerah paling stabil secara ekonomi di Indonesia.
Post a Comment