Indonesia Deklarasikan Swasembada Pangan: Produksi Padi Lampung Melesat 15%, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah



PESAWARAN – Sebuah torehan bersejarah dicatatkan dalam sektor pangan Indonesia. Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia telah kembali mencapai swasembada pangan dalam waktu hanya satu tahun masa pemerintahan. Pengumuman ini diikuti secara virtual oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dari Desa Kutoarjo, Kabupaten Pesawaran, Rabu (7/1/2026).

Deklarasi nasional ini menandai berakhirnya ketergantungan impor beras, dengan capaian yang jauh lebih cepat dari target awal empat tahun.

Capaian Nasional: Stok Beras Lampaui Rekor 1984

Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada ini adalah bukti kedaulatan bangsa. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang dianugerahi Bintang Jasa Utama dalam momen tersebut, melaporkan stok beras nasional mencapai 3,2 juta ton. Angka ini jauh melampaui stok saat Indonesia menerima penghargaan FAO tahun 1984 yang hanya sebesar 2 juta ton.

"Dalam satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri. Kita tidak lagi bergantung pada bangsa-bangsa lain," tegas Presiden Prabowo.

Lampung: Lumbung Pangan dengan Kinerja Fenomenal

Selaras dengan capaian nasional, Provinsi Lampung mencatatkan performa gemilang. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan bahwa produksi padi Lampung pada tahun 2025 melonjak hampir 15%, dari 2,7 juta ton menjadi lebih dari 3,2 juta ton.

"Alhamdulillah, produksi kita naik signifikan. Tahun 2026, kami menargetkan kenaikan lagi sebesar 15-20% melalui optimalisasi Indeks Pertanaman (IP) dan penggunaan pupuk organik cair secara masif yang diprediksi mampu menambah produksi hingga 10%," ujar Gubernur Mirza.

Data Strategis Pertanian Lampung 2025:

  • Total Produksi Padi: 3,2 juta ton (Tertinggi sepanjang sejarah berdasarkan metode KSA BPS).

  • Produksi Beras: 1,84 juta ton (Naik 14,65% y-o-y).

  • Nilai Tukar Petani (NTP): 129,33 (Indikator peningkatan daya beli petani).

  • Kontribusi PDRB: Sektor pertanian menyumbang 28,38% terhadap ekonomi Lampung.

Sinergi Antarprovinsi dan Perlindungan Lahan

Dalam kunjungan tersebut, dilakukan pula penandatanganan 11 kerja sama strategis antara Lampung dan Jawa Tengah. Sinergi ini mencakup pertukaran komoditas unggulan; Lampung memasok gula, sementara Jawa Tengah memenuhi kebutuhan cabai dan bawang di Bumi Ruwa Jurai.

Gubernur Mirza juga menginstruksikan langkah tegas perlindungan lahan melalui inventarisasi Lahan Baku Sawah (LBS). "Kami mengawal ketat agar tidak ada alih fungsi lahan pertanian, karena ini adalah fondasi swasembada kita," pungkasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Lampung, Elvira Umihanni, menambahkan bahwa stabilitas harga beras di Lampung tetap terjaga sesuai HET, didukung kebijakan ketat untuk memastikan gabah petani dikelola secara lokal guna menjaga kedaulatan pangan daerah.

Post a Comment

Previous Post Next Post